Orchidopexy pada Anak: Penanganan Dini Testis Tidak Turun

orchidopexy

Orchidopexy pada anak adalah tindakan untuk menangani testis tidak turun, kondisi yang sering terjadi pada bayi laki-laki, terutama yang lahir prematur. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesuburan, kanker testis dan mudah terpeluntir. 

Operasi orchidopexy membantu menempatkan testis pada posisi yang tepat (kantong zakar), penting bagi orang tua memahami informasi ini dengan membaca artikel berikut.

Apa Itu Orchidopexy?

Orchidopexy- adalah prosedur pembedahan untuk menurunkan dan menempatkan testis ke dalam kantong zakar secara permanen.

Prosedur ini merupakan penanganan utama pada testis tidak turun dan biasanya dilakukan oleh dokter spesialis-urologi-.

Operasi orchidopexy umumnya direkomendasikan pada usia 6–12 bulan, karena penundaan terapi dapat meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang seperti infertilitas-, kanker testis, dan mudah terpeluntir.

Gejala atau Tanda Testis Tidak Turun pada Bayi


Orang tua dapat mencurigai kondisi ini sejak bayi baru lahir. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

  • Skrotum tampak kosong atau tidak simetris.
  • Tidak terabanya testis saat pemeriksaan.
  • Kadang disertai nyeri), terutama bila terkait hernia inguinal.

Pada banyak kasus, testis tidak turun tidak menimbulkan keluhan yang terasa, sehingga pemeriksaan fisik oleh dokter menjadi sangat penting.

Penyebab Testis Tidak Turun

Testis tidak turun dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang memengaruhi perkembangan janin hingga proses kelahiran. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh faktor biologis maupun lingkungan selama kehamilan. Beberapa penyebab yang paling sering ditemui antara lain:

1. Gangguan Perkembangan Janin

Kelainan pada perkembangan jaringan atau struktur penyangga testis dapat menghambat proses penurunan testis selama kehamilan.

2. Faktor Genetik atau Hormonal

Gangguan produksi hormon laki-laki atau kelainan reseptornya dapat menyebabkan testis gagal turun.

3. Berat Badan Lahir Rendah

Bayi dengan berat badan rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami cryptorchidism.

4. Kelahiran Prematur

Testis biasanya turun pada trimester akhir kehamilan. Karena itu, bayi prematur lebih sering mengalami testis tidak turun pada bayi.

5.Tekanan pada Rongga Dada dan Perut yang Rendah

Tekanan internal yang tidak optimal pada rongga dada maupun perut dapat menghambat dorongan alami yang membantu proses penurunan testis.

Risiko Jika Testis Tidak Turun pada anak Tidak Ditangani

Testis yang tetap berada di dalam rongga perut atau lipatan selangkangan berisiko mengalami gangguan fungsi karena suhu di dalam area tersebut 1-2 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan suhu di skrotum.

Jika tidak diintervensi, risiko yang mungkin timbul antara lain:

  • Risiko infertilitas di masa depan.
  • Peningkatan risiko kanker testis.
  • Cedera testis akibat posisinya yang tidak normal.
  • Hernia inguinal.
  • Gangguan penampilan dan psikologis saat dewasa.

Karena risiko tersebut, penanganan lebih awal melalui pemeriksaan dan tindakan seperti orchidopexy memberikan prognosis yang jauh lebih baik, baik dari sisi fungsi maupun kesehatan jangka panjang.

Manfaat Prosedur Orchidopexy

Tindakan operasi orchidopexy memberikan berbagai manfaat, di antaranya:

  • Menurunkan risiko infertilitas.
  • Menurunkan risiko kanker testis.
  • Memperbaiki fungsi dan posisi anatomis.
  • Mencegah torsio testis (testis terpeluntir).
  • Memperbaiki tampilan skrotum.
  • Mendukung perkembangan psikologis anak.

Prosedur ini juga dianggap aman, dengan tingkat keberhasilan tinggi ketika dilakukan oleh dokter urologi berpengalaman.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Meskipun testis tidak turun sering kali tidak menimbulkan keluhan, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi skrotum bayi sejak dini. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan posisi testis dan menentukan apakah anak membutuhkan pemantauan atau tindakan lebih lanjut.

Segera bawa anak ke dokter apabila ditemukan hal-hal berikut:

  • Testis masih belum turun setelah dilahirkan.
  • Terlihat skrotum kosong pada salah satu atau kedua sisi.
  • Testis pernah teraba normal tetapi kemudian hilang atau naik kembali (disebut testis retractile/suprascrotal).

Pemeriksaan dini sangat penting karena menentukan waktu tindakan yang paling tepat, mengurangi risiko komplikasi, dan meningkatkan peluang fungsi testis tetap optimal. Jika ditemukan kelainan, dokter dapat menyarankan pemantauan rutin atau operasi sesuai kondisi anak.

Penanganan Testis Tidak Turun di Urology and Dialysis Center Persada Hospital

Urology and Dialysis Center Persada Hospital menyediakan layanan menyeluruh untuk diagnosis dan penanganan testis tidak turun pada anak, mulai dari evaluasi medis lengkap hingga tindakan pembedahan seperti orchidopexy. Didukung dokter urologi berpengalaman serta fasilitas pemeriksaan modern seperti USG testis dan MRI bila diperlukan.

Prosedur orkidopeksi dilakukan dengan pendekatan yang aman dan efektif, mengutamakan hasil optimal serta pemulihan yang baik pada pasien anak. Setiap kasus ditangani secara individual, sehingga rencana perawatan disesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing pasien. Proses operasi yang relatif efisien, dan pasien umumnya hanya memerlukan perawatan singkat (kurang lebih dua hari).

Segera konsultasikan keluhan testis tidak turun pada anak Anda ke dokter spesialis urologi untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi - 081130588585
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Besut Daryanto, Sp.B., Sp.U (K), FICS
Spesialis Urologi
Bagikan :
#SehatBarengPersada