Apa yang Harus Dilakukan Saat Epilepsi Kambuh?

apa-yang-harus-dilakukan-saat-epilepsi-kambuh

Epilepsi merupakan kumpulan gangguan fungsi otak yang beraneka ragam atau bisa disebut juga badai listrik di otak. Epilepsi merupakan salah satu penyebab terbanyak morbiditas di bidang saraf anak, yang berdampak terhadap tumbuh-kembang anak.

Seseorang yang kerap mengalami kejang, rentan terjadi tanpa adanya peringatan dan bahkan mampu mengganggu kesadarannya. Bahkan, kejang mampu menyebabkan cedera dan jatuh hingga kematian jika seseorang yang mengalaminya tidak berhati-hati.

 

Penyebab Epilepsi

Penyebab epilepsi adalah adanya muatan listrik pada otak yang tidak stabil. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada kerja koordinasi otot sehingga muncul hentakan atau kekakuan pada otot yang berulang. Meskipun ada kejang dengan hilangnya kesadaran. Tetapi ada juga kejang tanpa hilangnya kesadaran.

Cedera pada kepala, infeksi sistem saraf pusat (meningitis, ensefalitis dan sebagainya), stroke, obat tertentu, dan tumor pada otak menjadi beberapa faktor penyebab epilepsi pada umumnya.

Penyakit ini tidak bisa disembuhkan namun dapat dikendalikan atau meminimalisir terjadinya kejang. Kejang karena epilepsi biasanya mengeluarkan cairan melalui mulut. Pada saat kejang, sebaiknya tidak menahan badannya. Dan posisikan penderita miring ke salah satu sisi, agar cairan tersebut bisa keluar dan tidak mengalir ke dalam saluran napas.

 

Gejala Epilepsi

Pada sebagian besar kasus, gejala epilepsi adalah kejang yang terjadi secara spontan dan tidak berlangsung lama, tetapi berulang.

Beberapa gejala lain yang dirasakan oleh bayi, anak-anak, atau orang dewasa pengidap epilepsi adalah sebagai berikut:

  1. Tampak bingung
  2. Diam dengan mata kosong ke arah satu titik
  3. Gerakan tak terkendali seperti terhentak-hentak
  4. Kesadaran bisa hilang sebagian atau sepenuhnya
  5. Otot kaku
  6. Tremor atau gemetar
  7. Kejang dengan menegang disertai dengan kesadaran hilang, sehingga kadang sampai jatuh

 

Apa yang Harus Dilakukan Saat Epilepsi Kambuh?

Dari sisi orang yang melihat orang lain mengalami kejang secara tiba-tiba disebabkan epilepsi, pastinya rasa panik akan timbul. Padahal, jika Sahabat Persada tahu bagaimana cara yang cepat dan tepat untuk menolong seseorang yang mengalami epilepsi, tindakan ini bahkan dapat menyelamatkan nyawa seseorang saat mengalami kondisi ini.

Inilah beberapa cara pertolongan pertama pada seseorang yang alami epilepsi kambuh, antara lain:

  1. Berikan orang alami epilepsi ruang untuk bernapas dan minta orang-orang di sekitar untuk menjauh
  2. Jauhkan benda dari keras atau tajam 
  3. Jika Anda merasa seseorang dengan epilepsi tersebut memiliki makanan atau cairan di mulutnya, segera gulingkan badannya ke samping
  4. Tempatkan sesuatu yang lembut di bawah kepalanya sebagai bantalan
  5. Kendurkan bagian pakaiannya yang ketat agar lebih mudah untuk bernapas, terutama di leher
  6. Jika bisa dan memungkinkan, kamu mencatat waktu saat kejang terjadi
  7. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulutnya atau memindahkannya kecuali posisinya dalam bahaya

Pastikan untuk selalu bersama dengan orang yang mengalami epilepsi ini hingga benar-benar sadar. Jangan pernah untuk mengguncang atau bahkan meneriakinya karena tentu saja cara ini tidak membantu. Anda juga disarankan untuk segera meminta bantuan dari rumah sakit terdekat untuk memberikan tindakan dan mengirimkan ambulans agar masalah yang terjadi dapat teratasi.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan bantuan medis untuk orang dengan epilepsi? Dapatkan bantuan medis saat:

  1. Kejang pertama yang terjadi pada anak-anak
  2. Kejang berlangsung lebih dari 5 menit
  3. Kejang lain terjadi segera setelah yang pertama berhenti
  4. Seseorang yang alami epilepsi masih tidak sadar setelah kejangnya berhenti
  5. Orang ini alami luka selama tidak sadar.

 

Diagnosis Epilepsi

Dokter akan menanyakan terlebih dahulu terkait gejala yang dialami serta riwayat kesehatan. Setelah itu, akan dilakukan beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis kondisi pasien.

Beberapa tes penunjang yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit epilepsi adalah sebagai berikut:

  1. Pemeriksaan neurologis, bertujuan memeriksa fungsi otak, kemampuan motorik, serta perilaku pasien
  2. Tes darah, untuk mengetahui adanya masalah kesehatan lain yang dapat menyebabkan epilepsi
  3. EEG (Electroencephalogram), untuk mendeteksi gelombang otak yang abnormal
  4. Tes pencitraan otak seperti CT Scan, MRI, fMRI, PET Scan, dan SPECT.

Epilepsi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Sehingga, untuk penanganan epilepsi, dokter akan memberikan obat-obatan guna mengurangi frekuensi kejang. Jika pengobatan tersebut tidak efektif, maka dokter akan menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi.

Melalui prosedur operasi, dokter akan mengangkat area otak yang dapat menyebabkan epilepsi. Namun, perlu dipastikan bahwa area otak tersebut tidak mengganggu fungsi vital seperti komunikasi, penglihatan, atau pendengaran.

Apabila Sahabat Persada mengalami gejala-gejala seperti di atas atau memiliki keluarga yang mengalami gejala epilepsi, segera kunjungi Persada Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter.

 

Informasi selengkapnya hubungi hotline Persada Hospital di 0811-3058-8585.

Ditinjau oleh :
Dr. dr. Machlusil Husna, Sp.S (K)
Spesialis Neurologi
Share :
#SehatBarengPersada