Apakah Insomnia Berbahaya? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya!

apakah-insomnia-berbahaya-cari-tahu-penyebab-dan-cara-mengatasinya

Apakah Insomnia Berbahaya? Pasti Sahabat Persada juga mempertanyakan hal tersebut bukan? Insomnia merupakan suatu jenis gangguan tidur yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan untuk memulai tidur atau tidak dapat mempertahankan tidur dengan nyenyak.

Tidak hanya pada usia dewasa maupun lansia, insomnia dapat menyerang semua golongan usia, sehingga penting bagi kita untuk mengetahui cara yang benar untuk mengatasi insomnia.

Insomnia dapat berlangsung sebentar atau dalam jangka pendek (akut) atau berlangsung lama dalam jangka panjang (kronis). Insomnia dapat muncul dan kembali sewaktu-waktu. Insomnia akut, biasanya berlangsung selama 1 malam hingga beberapa minggu, sedangkan insomnia yang bersifat kronis biasanya terjadi dalam jangka waktu 3 malam sampai 3 bulan lamanya.

 

Faktor-faktor Penyebab Insomnia

Menurut Rafknowledge (2010), ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami insomnia, antara lain:

  1. Stres
  2. Depresi
  3. Kelainan-kelainan kronis, kelainan tidur seperti gangguan nafas saat tidur (sleep apnea), diabetes, sakit ginjal, arthritis, atau nyeri seringkali menyebabkan kesulitan tidur.
  4. Efek samping obatan-obatan.
  5. Pola makan dan tidur yang buruk.
  6. Kafein, nikotin, dan alkohol.

 

Gejala Insomnia

Gejala utama insomnia adalah sulit tidur di malam hari. Selain itu, gejala umum dari insomnia adalah sebagai berikut:

  1. Mudah merasa lelah dan sulit berkonsentrasi saat melakukan aktivitas di siang hari.
  2. Mudah terbangun di malam hari dan sulit untuk dapat tidur kembali.
  3. Perubahan emosional.
  4. Mengantuk di siang hari namun tidak bisa tidur.
  5. Daya ingat menurun.
  6. Gairah seks menurun.

 

Dampak Insomnia

  1. Meningkatkan risiko masalah kesehatan lain seperti stroke, asma, kejang, sistem kekebalan tubuh menurun, obesitas, diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung.
  2. Meningkatkan resiko terjadinya gangguan pada mental atau emosi, seperti depresi, mudah gelisah, kebingungan, dan frustasi.
  3. Mempengaruhi performa dalam bekerja, sekolah, atau kuliah.
  4. Mempengaruhi kegiatan atau aktivitas sehari-hari seperti ketika mengemudi.
  5. Mempengaruhi kemampuan untuk mengingat.
  6. Mempengaruhi kemampuan dalam pengambilan keputusan.

 

Cara Mengatasi Insomnia

Dalam mengatasi insomnia, ada beberapa kebiasaan yang dapat Sahabat Persada ubah sebelum beralih menggunakan obat-obatan untuk insomnia, antara lain:

  1. Biasakan untuk tidur dan bangun dalam periode waktu yang teratur.
  2. Makan makanan yang mengandung rendah karbohidrat sebelum tidur.
  3. Mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang dapat membuat kita terjaga, seperti teh, kopi, alkohol dan rokok.
  4. Mandi dengan air hangat 30 menit atau 1 jam sebelum tidur.
  5. Berolahraga secara teratur.

Jika Sahabat Persada ada yang menederita insomnia baik yang diderita terjadi secara mendadak atau terus-menerus dan berlangsung dalam kurun waktu lama, Sahabat Persada perlu datang dan konsultasikan diri ke Poli Gangguang Tidur Persada Hospital sesegera mungkin. Dokter dan tenaga medis profesional Persada Hospital akan membantu Sahabat Persada dalam menangani insomnia secara tepat dan efektif melalui serangkaian pengobatan.

 

Informasi selengkapnya hubungi hotline Persada Hospital di 0811-3058-8585.

Ditinjau oleh :
Dr. dr. Zamroni Afif, M.Biomed, Sp.N(K), RPSGT
Spesialis Neurologi
Share :
#SehatBarengPersada