Menantikan kehadiran buah hati adalah perjalanan yang penuh harapan bagi banyak pasangan. Namun, kami mengerti bahwa terkadang perjalanan ini membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan, dan hal tersebut wajar menimbulkan rasa cemas. Jika Anda dan pasangan sedang berjuang untuk memiliki momongan, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian.
Kondisi medis yang menyebabkan tertundanya kehamilan ini sering disebut sebagai infertilitas, dan kondisi ini dialami oleh jutaan pasangan di seluruh dunia. Kabar baiknya, dengan pemeriksaan yang tepat dan penanganan optimal, peluang untuk menjemput buah hati tetap terbuka lebar. Mari kita pahami bersama apa itu infertilitas serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
Secara medis, infertilitas atau yang sering masyarakat kenal dengan istilah gangguan kesuburan adalah kondisi di mana sistem reproduksi belum berhasil mencapai kehamilan meskipun Anda dan pasangan sudah mencoba secara rutin tanpa menggunakan alat kontrasepsi selama waktu tertentu (umumnya satu tahun).
Mendengar kata "infertilitas" mungkin terdengar mengkhawatirkan, namun kami ingin menekankan bahwa ini bukanlah sebuah vonis. Ini hanyalah sinyal dari tubuh bahwa Anda dan pasangan mungkin membutuhkan sedikit dukungan medis untuk menyelaraskan kembali fungsi reproduksi.
Agar dukungan medis yang diberikan nantinya bisa tepat sasaran, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah mengenali terlebih dahulu jenis kondisinya.
Secara umum, infertilitas dapat disebabkan oleh faktor pria, faktor wanita, maupun kombinasi keduanya.
Infertilitas pada pria umumnya berkaitan dengan gangguan produksi, kualitas, atau fungsi sperma yang menyebabkan proses pembuahan menjadi lebih sulit terjadi. Beberapa penyebab yang sering ditemukan meliputi:
Kualitas dan kuantitas sperma rendah
Varikokel
Gangguan hormon reproduksi
Kelainan genetik
Infeksi pada organ reproduksi
Faktor gaya hidup dan lingkungan
Infertilitas pada wanita umumnya berkaitan dengan gangguan ovulasi, kondisi rahim, saluran tuba, atau organ reproduksi lainnya yang dapat menghambat terjadinya pembuahan maupun kehamilan. Beberapa penyebab yang sering ditemukan meliputi:
Gangguan ovulasi (pelepasan sel telur)
Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
Endometriosis
Penyumbatan saluran tuba falopi
Kelainan rahim, seperti miom atau polip
Penurunan cadangan sel telur akibat faktor usia
Membicarakan penyebab infertilitas pada wanita umumnya berkaitan dengan siklus bulanan dan kondisi kesehatan organ reproduksi. Berikut adalah beberapa faktor yang sering ditemui:
Ovulasi adalah momen penting di mana indung telur (ovarium) melepaskan sel telur matang agar siap dibuahi oleh sperma. Gangguan pada proses pelepasan sel telur ini, seperti pada kondisi Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau ketidakseimbangan hormon, merupakan penyebab paling umum infertilitas pada wanita. Gejala yang paling mudah Anda amati adalah siklus menstruasi yang tidak teratur atau bahkan tidak haid sama sekali.
Tuba falopi adalah saluran kecil yang menghubungkan indung telur menuju rahim. Saluran ini berfungsi sebagai "jembatan" bertemunya sel telur dan sperma. Jika terjadi penyumbatan saluran akibat peradangan atau riwayat infeksi panggul, sperma tentu akan kesulitan mencapai sel telur untuk melakukan pembuahan.
Endometriosis terjadi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim justru tumbuh di luar rahim. Kondisi ini bisa memengaruhi fungsi indung telur dan memicu perlengketan di saluran tuba. Selain itu, adanya masalah anatomi rahim, seperti polip atau miom (benjolan jinak pada dinding rahim), juga dapat mengganggu kemampuan embrio (bakal janin) untuk menempel dan berkembang dengan baik di dinding rahim.
Penting untuk dipahami bersama bahwa infertilitas bukanlah kondisi yang hanya berpusat pada wanita. Faktanya, persentase kemungkinannya setara, sehingga memeriksa penyebab infertilitas pada pria sama pentingnya. Berikut adalah beberapa faktor medis yang dapat memengaruhi kesuburan pria:
Jumlah, bentuk, atau pergerakan sperma yang tidak optimal dapat menghambat proses pembuahan. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, infeksi, gangguan hormon, diabetes, maupun masalah kesehatan lainnya.
Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah di skrotum yang dapat meningkatkan suhu testis. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas dan produksi sperma.
Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, obesitas, serta paparan panas berlebih pada area testis dapat memengaruhi kualitas sperma dan menurunkan kesuburan pria.
Banyak pasangan yang pada akhirnya berhasil mendapatkan momongan setelah menemukan solusi medis yang tepat. Langkah terpenting adalah mengetahui kapan waktu yang pas untuk mencari bantuan profesional.
Sekitar 92,5% pasangan sehat akan berhasil secara alami dalam +- 2 tahun hubungan rutin tanpa kontrasepsi. 1 tahun pertama sekitar 80-85% pasangan sudah hamil, dan dalam 2 tahun akan meningkat menjadi 92%. Oleh karena itu ketika 1 tahun belum hamil , risiko adanya gangguan fertilitas mulai meningkat, dan peluang keberhasilan juga ikut menurun, sehingga evaluasi medis dianjurkan.
Pedoman ini diperuntukkan bagi pasangan di mana pihak istri berusia di atas 35 tahun. Karena faktor usia secara alami mulai memengaruhi jumlah cadangan dan kualitas sel telur, sesi konsultasi harus dilakukan lebih cepat, yakni setelah 6 bulan mencoba namun belum membuahkan hasil.
Karena kehamilan adalah kerja sama, penanganan medis yang ideal selalu melibatkan kedua belah pihak. Oleh karena itu, pemeriksaan harus dilakukan bersama-sama oleh suami maupun istri. Untuk suami, dokter biasanya akan menyarankan analisis semen (sperma). Sementara untuk istri, pemeriksaan akan berfokus pada tes darah untuk hormon, USG transvaginal untuk mengecek rahim, serta tes untuk memastikan tidak ada sumbatan pada saluran tuba.
Menjalani program kehamilan terkadang terasa membingungkan, tetapi memiliki pendampingan medis yang tepat akan membuat perjalanan Anda terasa lebih tenang, terarah, dan penuh harapan. Di Persada Hospital, kami siap menjadi mitra medis terpercaya yang mengayomi kebutuhan kesehatan reproduksi Anda.
Anda dan pasangan dapat berkonsultasi langsung dengan dr. Hermawan Wibisono, Sp.OG, Subsp.F.E.R, Ph.D, tenaga ahli kami yang berdedikasi tinggi di bidang Obstetri, Ginekologi, dan konsultan khusus Fertilitas Endokrinologi Reproduksi. Beliau juga merupakan lulusan program doktoral dari Tottori University, Jepang, dengan pengalaman dan kompetensi yang mendukung penanganan berbagai masalah kesuburan secara komprehensif.
Jangan biarkan kecemasan menunda harapan Anda. Segera jadwalkan kunjungan Anda ke Klinik Spesialis Obstetri dan Ginekologi Persada Hospital dan buat janji temu dengan dr. Hermawan Wibisono, Sp.OG sekarang juga untuk mewujudkan impian keluarga Anda.