telephone persada hospital
whatsapp persada hospital
instagram persada hospital
youtube persada hospital
twitter persada hospital
tiktok persada hospital
facebook persada hospital
gmaps persada hospital

Pertolongan Pertama Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

pertolongan pertama serangan jantung

Pertolongan pertama serangan jantung merupakan langkah kritis yang membutuhkan respons cepat dan tepat. Saat detak jantung terganggu, setiap detik berharga untuk mempertahankan fungsi jantung, meminimalisir kerusakan, dan menyelamatkan nyawa.

Serangan jantung dapat terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan penanganan medis segera. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala serangan jantung, segera hubungi layanan darurat medis nasional di nomor 119 untuk mendapatkan bantuan secepat mungkin sebelum menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Apa Itu Serangan Jantung?

Serangan jantung atau infark miokard terjadi ketika pembuluh darah koroner tersumbat oleh plak atau bekuan darah. Akibatnya, jaringan otot jantung tidak mendapatkan oksigen yang cukup dan mulai mengalami kerusakan.

Tanpa penanganan cepat, kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung, gangguan irama jantung, hingga kematian mendadak. Inilah alasan mengapa pertolongan pertama serangan jantung menjadi tindakan yang sangat krusial.

Gejala Serangan Jantung


Gejala serangan jantung muncul akibat terganggunya aliran darah dan oksigen ke otot jantung. Mengenali tanda-tanda ini sejak dini sangat penting agar pertolongan pertama serangan jantung dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

1. Nyeri Dada

Nyeri dada merupakan gejala paling umum, terasa seperti ditekan, diremas, atau terbakar di bagian tengah atau kiri dada. Nyeri dapat berlangsung beberapa menit atau hilang timbul.

2. Rasa Tidak Nyaman pada Tubuh Bagian Atas

Rasa tidak nyaman dapat menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau perut, dan sering disalahartikan sebagai nyeri otot biasa.

3. Sesak Napas dan Gejala Penyerta

Sesak napas dapat muncul dengan atau tanpa nyeri dada, disertai keringat dingin, mual, pusing, atau rasa lemas mendadak.

4. Gejala Tidak Khas pada Wanita, Lansia, dan Penderita Diabetes

Kelompok ini sering mengalami gejala tidak khas, seperti kelelahan ekstrem, nyeri ulu hati, atau sesak napas ringan tanpa nyeri dada.

5. Serangan Jantung Tanpa Gejala (Silent Heart Attack)

Serangan jantung juga dapat terjadi tanpa gejala yang jelas dan baru terdeteksi melalui pemeriksaan medis, sehingga kontrol kesehatan jantung rutin sangat dianjurkan.

Pertolongan Pertama Serangan Jantung pada Diri Sendiri

Jika Anda mengalami gejala serangan jantung, segera lakukan langkah berikut sebagai pertolongan pertama:

1. Kenali Gejalanya Sejak Awal

Hentikan aktivitas saat muncul nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, atau mual. Segera cari bantuan medis dan datang ke IGD terdekat untuk pemeriksaan oleh dokter spesialis jantung terpercaya.

2. Duduk dengan Posisi Nyaman

Duduklah dengan posisi setengah bersandar dan hindari berbaring. Posisi ini membantu mengurangi beban kerja jantung.

3. Tetap Tenang Sambil Menunggu Bantuan

Longgarkan pakaian dan atur napas secara perlahan. Panik dapat meningkatkan kebutuhan oksigen jantung dan memperburuk kondisi.

4. Jangan Mengemudi Sendiri

Mengemudi sendiri sangat berisiko. Menunggu ambulans adalah pilihan terbaik karena pertolongan medis dapat diberikan selama perjalanan.

Pertolongan Pertama Serangan Jantung pada Diri Sendiri

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah yang kaya oksigen ke jantung terhenti karena pembuluh darah koroner tersumbat. Tanpa oksigen, jaringan otot jantung bisa rusak, dan semakin cepat Anda bertindak, semakin banyak bagian jantung yang bisa diselamatkan. Berikut langkahnya:

1. Mengenali Gejala

Gejala serangan jantung bisa berupa nyeri dada yang intens, rasa tertekan atau penuh di dada, nyeri dapat yang menjalar ke bahu, lengan, leher, rahang, atau punggung. Ada pula gejala lain seperti sesak napas, keringat dingin, mual, atau pusing. 

Jika Anda merasakan gejala-gejala ini, segera hentikan aktivitas yang sedang dilakukan. Agar lebih pasti mengenai kesehatan jantung, Anda harus segera datang ke IGD  Cardiac Center Persada Hospital Malang untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis.

2. Duduk dengan Nyaman

Setelah mengenali gejala, segera cari tempat duduk sebagai pertolongan pertama serangan jantung. Duduklah dengan posisi yang membuat Anda merasa paling nyaman dan aman, bisa dengan sandaran atau tanpa sandaran. 

Jangan berbaring, karena posisi ini bisa memperberat kerja jantung. Jika Anda sendirian, segera hubungi layanan darurat medis. Gunakan telepon rumah atau ponsel yang ada di dekat Anda, dan beritahu operator bahwa Anda mungkin mengalami serangan jantung.

3. Tetap Tenang Menunggu

Selama menunggu bantuan di depan pintu atau akses keluar rumah terdekat, cobalah untuk tetap tenang dan longgarkan pakaian agar dada tidak terasa semakin sesak. 

Panik hanya akan meningkatkan kebutuhan oksigen jantung dan memperburuk situasi. Tarik napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan untuk membantu menenangkan diri dan mengurangi kecemasan.

4. Jangan Mengemudi Sendiri

Jangan mencoba mengemudi sendiri ke rumah sakit. Mengemudi dalam kondisi seperti ini sangat berbahaya karena Anda bisa kehilangan kesadaran atau mengalami komplikasi serius selama perjalanan. 

Menunggu ambulans merupakan pilihan terbaik karena petugas medis di ambulans dapat memberikan pertolongan pertama yang diperlukan selama perjalanan ke rumah sakit.

Pertolongan Pertama Serangan Jantung pada Orang Lain

Penting juga untuk mengetahui langkah-langkah yang harus diambil ketika Anda berada di posisi untuk membantu orang lain yang mengalami serangan jantung.

1. Pasien dalam Keadaan Sadar

Ketika Anda menemukan seseorang yang sadar tetapi menunjukkan tanda-tanda serangan jantung, lakukan langkah berikut:

  • Langkah pertama pertolongan pertama serangan jantung adalah menenangkan dan memastikan mereka duduk di tempat yang aman;
  • Berikan dukungan emosional dengan berbicara dengan tenang dan jelas, menginformasikan bahwa Anda sedang membantu;
  • Lalu, segera hubungi layanan darurat medis profesional dan sampaikan informasi yang jelas tentang kondisi dan lokasi pasien;
  • Jika pasien memiliki riwayat penyakit jantung dan memiliki obat-obatan seperti nitrogliserin atau aspirin yang diresepkan, bantu mereka untuk mengambilnya sesuai dengan instruksi dokter;
  • Penting untuk diingat bahwa Anda tidak boleh memberikan obat tanpa persetujuan pasien. Selama menunggu kedatangan bantuan medis, perhatikan terus kondisi pasien;
  • Jika mereka mulai menunjukkan tanda-tanda kehilangan kesadaran atau jika kondisi mereka memburuk, bersiaplah untuk memberikan RJP (resusitasi jantung paru).

2. Pasien dalam Keadaan Tidak Sadar

Jika pasien tidak sadar, Anda harus segera bertindak sebagai pertolongan pertama serangan jantung. Pastikan dulu lingkungan sekitar aman untuk Anda dan pasien, kemudian:

  • Hubungi layanan darurat medis terdekat dan sampaikan informasi yang jelas dan lengkap tentang kondisi dan lokasi pasien;
  • Jika pasien benar tidak bernapas atau hanya bernapas dengan tidak normal (misalnya, hanya mengambil napas sesekali namun tidak efektif), lakukan RJP;
  • Mulai dengan kompresi dada. Letakkan salah satu telapak tangan Anda di tengah dada pasien, dengan telapak tangan yang lain di atasnya, dan  kaitkan jari - jari tangan bagian atas ke punggung telapak tangan yang ada di bawahnya;
  • Pastikan menggunakan berat badan Anda untuk menekan dada pasien ke bawah sekitar 5 cm dengan kecepatan sekitar 100 hingga 120 kompresi per menit;
  • Kompresi dada ini membantu memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh, termasuk otak dan organ vital lainnya;
  • Jika Anda dilatih untuk melakukan ventilasi (memberikan napas buatan), lakukan pemberian dua kali bantuan napas (ventilasi) setelah setiap 30 kompresi dada;
  • Jika tidak, teruskan kompresi dada tanpa henti sampai bantuan medis tiba atau sampai AED (automated external defibrillator) tersedia;
  • Jika AED tersedia, ikuti instruksi yang diberikan oleh perangkat tersebut. AED adalah alat yang dirancang untuk memberikan kejutan listrik ke jantung untuk mengembalikan irama jantung normal;
  • Ikuti petunjuk suara atau visual dari AED dan pastikan tidak ada yang menyentuh pasien selama AED menganalisis irama jantung atau memberikan kejut listrik.

Selama proses ini berlangsung, terus berkomunikasi dengan layanan darurat jika memungkinkan. Berikan informasi terbaru tentang kondisi pasien dan tindakan yang telah Anda ambil.

Ini akan membantu mereka mempersiapkan tindakan selanjutnya yang perlu dilakukan saat mereka tiba.

Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?

Segera ke IGD jika:

  • Nyeri dada berlangsung lebih dari 5 menit.
  • Nyeri tidak membaik dengan istirahat.
  • Disertai sesak napas, pingsan, atau keringat dingin.

Penanganan medis dalam golden period sangat menentukan keselamatan dan proses pemulihan pasien.

Cegah dan Tangani Serangan Jantung bersama Persada Hospital

Serangan jantung harus ditangani sesegera mungkin agar pasien dapat kembali pulih seperti sedia kala. Persada Hospital merupakan Rumah Sakit di Malang yang memiliki fasilitas serta layanan jantung komprehensif.

Didukung dengan teknologi, dokter spesialis jantung dan tim yang kompeten, kami mampu menangani serangan jantung dengan tetap berkolaborasi bersama keluarga pasien untuk dukungan moril. 

Kunjungi Cardiac Center Persada Hospital untuk kontrol kesehatan jantung dan pengobatan permasalahan jantung! Cek jadwal dokter jantung di Persada Hospital untuk melakukan konsultasi dengan dokter terbaik kami. Anda juga dapat mempelajari tips terkini seputar kesehatan melalui laman artikel Persada Hospital. Yuk! Saatnya #SehatBarengPersada

 

Referensi:

UPK.kemkes.go.id 5 Langkah Pertolongan Pertama untuk Pasien Serangan Jantung

Informasi Lebih Lanjut Hubungi - 081130588585
Ditinjau oleh :
dr. Henry Kasudarman, Sp.EM
Unit Gawat Darurat
Bagikan :
#SehatBarengPersada