Skin Tag: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

skin-tag

Skin tag atau yang sering disebut daging tumbuh adalah kondisi kulit umum yang bisa muncul pada siapa saja. 

Meskipun sifatnya jinak, kemunculannya sering mengganggu dari segi estetika dan kenyamanan, terutama ketika muncul di area yang mudah tergores atau terlihat. 

Berikut penjelasan lengkap mengenai skin tag, penyebab, perbedaannya dengan kutil, serta cara penanganannya.

Gejala Umum Skin Tag

Skin tag biasanya muncul sebagai benjolan kecil berwarna kulit atau sedikit lebih gelap, lembut, dan menempel pada kulit dengan tangkai tipis. Gejalanya meliputi:

  • Benjolan kecil di area lipatan kulit seperti leher, ketiak, atau selangkangan.
  • Tidak menimbulkan rasa sakit, meski bisa iritasi saat tergesek pakaian atau perhiasan.
  • Ukuran bervariasi, dari beberapa milimeter hingga lebih dari 1 cm.

Apa Itu Skin Tag?


Skin tag, dalam istilah medis disebut acrochordon, adalah pertumbuhan kulit jinak yang tidak menular dan bukan kanker. Skin tag dapat muncul pada siapa saja, baik pria maupun wanita, tanpa memandang usia. 

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa mengganggu penampilan dan kenyamanan sehari-hari.

Penyebab Skin Tag

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko munculnya skin tag, antara lain:

1. Gesekan Kulit (Friction)

Skin tag sering muncul di area kulit yang sering bergesekan, seperti leher, ketiak, atau selangkangan. Gesekan kronis dapat merangsang pertumbuhan kulit tambahan.

2. Resistensi Insulin & Diabetes

Penderita diabetes atau kondisi resistensi insulin memiliki risiko lebih tinggi terhadap munculnya skin tag. Karena, peningkatan kadar gula darah dapat mempengaruhi pertumbuhan kulit.

Jika Anda menderita diabetes dan mengalami keluhan skin tag, kunjungi Comprehensive Diabetic Care Persada Hospital untuk konsultasi lebih lanjut.

3. Faktor Genetik

Kecenderungan munculnya skin tag juga bisa diturunkan dalam keluarga melalui gen.

4. Kelebihan Berat Badan

Orang dengan berat badan berlebih cenderung memiliki lipatan kulit lebih banyak, sehingga risiko gesekan kulit juga meningkat.

5. Perubahan Hormon

Perubahan hormon, misalnya saat kehamilan, dapat memicu munculnya skin tag pada beberapa orang.

Perbedaan Skin Tag dan Kutil

Meskipun skin tag dan kutil sama-sama muncul sebagai benjolan pada kulit, tetapi memiliki penyebab, sifat, dan risiko yang berbeda. Mengetahui perbedaan ini penting agar penanganannya lebih tepat.

Skin Tag

  • Sifat Jinak: Skin tag merupakan pertumbuhan kulit jinak yang lembut dan menempel pada kulit dengan tangkai kecil.
  • Tidak Menular: Skin tag tidak disebabkan oleh virus dan tidak dapat menular ke orang lain.
  • Lokasi Umum: Biasanya muncul di lipatan kulit, seperti leher, ketiak, selangkangan, atau area di bawah payudara.
  • Pertumbuhan Lambat: Skin tag cenderung tumbuh perlahan dan jarang menimbulkan komplikasi kesehatan.

Kutil (Wart)

  • Penyebab Virus: Kutil disebabkan oleh infeksi virus HPV (Human Papillomavirus), sehingga sifatnya berbeda dengan skin tag.
  • Dapat Menular: Kutil dapat menyebar melalui kontak langsung dengan kulit atau benda yang terkontaminasi virus.
  • Tekstur Kasar: Biasanya kutil lebih keras atau kasar dibanding skin tag, dengan permukaan tidak rata.
  • Lokasi Beragam: Kutil dapat muncul di tangan, kaki, wajah, maupun area tubuh lainnya, tergantung tipe HPV.

Skin tag bersifat lebih jinak, sedangkan kutil memiliki faktor infeksi yang bisa menular. Penanganan skin tag biasanya berfokus pada aspek estetika, sementara kutil memerlukan perawatan untuk mencegah penyebaran virus.

Dampak Skin Tag pada Kesehatan Secara Keseluruhan

Secara umum, skin tag tidak berbahaya dan jarang menimbulkan komplikasi. Namun, iritasi akibat gesekan bisa menjadi alasan untuk menghilangkannya.

Cara Menghilangkan Skin Tag

Beberapa metode penghilangan skin tag yang umum dilakukan antara lain:

1. Cauter/Elektrocauter

Metode ini dilakukan dengan membakar bagian yang ingin dihilangkan menggunakan alat khusus untuk menghilangkan skin tag.

2. Cryotherapy (Pembekuan)

Metode ini dilakukan dengan cara membekukan skin tag menggunakan nitrogen cair sehingga sel kulit abnormal mati dan lepas.

3. Minor Surgery

Prosedur sederhana untuk memotong skin tag secara aman di bawah pengawasan dokter.

4. Laser Removal

Penggunaan laser untuk menghilangkan skin tag dengan presisi tinggi dan meminimalkan risiko luka.

Konsultasi Dokter Kulit atau Klinik Estetika

Sebelum melakukan tindakan, konsultasi dengan dokter spesialis kulit atau klinik estetika, langkah ini penting untuk memastikan prosedur sesuai regulasi dan aman.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter

Segera konsultasi bila skin tag:

  • Mengalami perubahan warna atau ukuran cepat.
  • Sering iritasi atau berdarah.
  • Mengganggu aktivitas atau kenyamanan.

Penanganan Skin Tag di Persada Hospital

Bagi Anda yang ingin mengatasi skin tag dengan aman dan efektif, Persada Hospital menyediakan layanan penanganan khusus melalui Aesthetic Center.

Layanan ini berfokus pada aspek estetika dan kesehatan kulit, menggunakan prosedur medis terstandar seperti laser, cautery, atau bedah minor (minor surgery). Pendekatan ini memastikan proses pengangkatan jaringan kulit berlebih dilakukan dengan rapi, aman, dan risiko yang sangat minimal.

Setiap pasien akan menjalani evaluasi terlebih dahulu untuk menentukan metode yang paling sesuai dengan kondisi dan jenis kulit, sehingga hasil yang didapatkan lebih optimal dan estetik.

Jadwalkan konsultasi Anda dengan spesialis kulit dan kelamin kami dr. Nurul Fauzi, Sp.DV Segera dapatkan saran medis dan penanganan skin tag yang tepat langsung dari ahlinya.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi - 081130588585
Ditinjau oleh :
dr. Nurul Fauzi, Sp.DV
Spesialis Kulit dan Kelamin
Bagikan :
#SehatBarengPersada