Kapan Seseorang Butuh ke Psikiater?

Sahabat Persada, di zaman serba modern dan mudahnya akses informasi seperti sekarang ini, masih banyak masyarakat yang memiliki stigma negatif jika ada seseorang yang ingin berkonsultasi dengan Psikiater atau Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa.

Padahal, kesehatan jiwa juga butuh pertolongan dan berakibat buruk jika tidak segera ditangani. Hal tersebut sama halnya pula dengan kesehatan fisik atau jasmani.

Tak jarang pula, stigma jika seseorang berkonsultasi dengan Psikiater atau Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa sering dianggap gila atau tak waras. Beberapa kondisi dan jenis gangguan jiwa, seperti:

  1. Skizofrenia
  2. Depresi
  3. Bipolar
  4. Gangguan kecemasan 
  5. Gangguan kepribadian 
  6. Adiksi
  7. Gangguan mental yang disebabkan kerusakan otak dan penyakit fisik
  8. Gangguan makan (eating disorder)
  9. Gangguan belajar
  10. Gangguan emosi dan perilaku
  11. Reaksi terhadap stres berat dan gangguan penyesuaian juga masuk dalam jenis gangguan jiwa

Psikiater berperan dalam membantu mengatasi masalah kesehatan jiwa atau mental seseorang. Lalu, kapan harus ke psikiater?

Psikiater adalah seorang dokter spesialis yang fokus menangani kesehatan mental dengan memberikan layanan farmakoterapi dan psikoterapi medik. Psikiater mempunyai kewenangan klinis untuk meresepkan obat dan melakukan prosedur tindakan.

Dengan demikian psikiater dapat menangani pasien-pasien yang membutuhkan pengobatan lebih lanjut. Pengobatan yang biasa dilakukan menggunakan beberapa obat khusus sesuai kondisi pasien.

Psikiater biasanya menangani pasien-pasien yang mengalami gangguan kesehatan mental, antara lain:

  1. Depresi mayor
  2. Skizofrenia
  3. Gangguan bipolar
  4. Gangguan kecemasan
  5. Disfungsi seksual
  6. Disforia gender
  7. Gangguan terkait zat dan adiktif
  8. Gangguan kepribadian
  9. Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas 

Biasanya psikiater mengatasi beberapa kondisi tersebut dengan melakukan pemeriksaan psikiater. Kemudian meresepkan obat sesuai kondisi pasien jika ada indikasi. Ada pun obat yang dapat digunakan antara lain antidepresan, obat antipsikotik, penstabil suasana hati, dan obat penenang.

Selain obat-obatan, psikiater juga menggunakan beberapa modalitas terapi untuk membantu menerapi pasien.

Jika Sahabat Persada merasa mungkin memiliki masalah kesehatan mental seperti depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, maka keputusan yang paling tepat adalah datang ke Persada Hospital untuk menjalani pemeriksaan kesehatan mental.

Saat Sahabat Persada sudah menjalani serta respon Sahabat Persada terhadap masalah yang sedang dialami sudah terbuka lebih jelas, barulah keputusan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada psikiater atau psikolog diambil.

Meskipun keduanya berbeda peran, psikiater dan psikolog saling melengkapi dalam pekerjaan mereka. Prinsip dasarnya adalah obat-obatan (bila memang diperlukan) akan diberikan oleh psikiater untuk mengendalikan gejala di tahap awal penanganan, agar pasien dapat berkonsentrasi dan menjalani terapi yang diberikan dengan efektif.

Setelah ada kemajuan atau perbaikan, maka obat-obatan akan disesuaikan atau diturunkan perlahan sembari intensitas terapi dengan psikolog ditingkatkan. Apakah Sahabat Persada memilih psikolog atau psikiater, pastikan mereka memiliki kepribadian, cara berkomunikasi dan pendekatan terhadap pengobatan yang membuat Sahabat Persada nyaman sehingga terapi akan semakin efektif.

Jangan ragu untuk datang dan konsultasi gangguan kesehatan mental ke Persada Hospital. Dan tenaga medis profesional kami akan melayani Sahabat Persada dengan sepenuh hati.

Informasi selengkapnya hubungi hotline Persada Hospital di 0811-3058-8585.

Ditinjau oleh :
dr. Frilya Rachma Putri, Sp.KJ (K)
Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiatri)
Share :
#SehatBarengPersada