Kista Bartholin: Pengertian dan Cara Pengobatannya

Kista Bartholin adalah kista tumor berisi cairan yang berasal dari kelenjar bartholin yang ada di bibir vagina bawah atau labia. Kista ini muncul biasanya karena ada infeksi, sehingga kelenjar tersebut yang seharusnya mengeluarkan cairan menjadi tersumbat, sehingga produksi cairannya tertahan tidak keluar dan membentuk apa yang disebut dengan kista.

Kebanyakan dari wanita tidak menyadari munculnya kista bartholin karena ukurannya yang kecil. Dan umumnya, kista bartholin banyak menyerang wanita dengan usia 20 tahun. Kista yang berukuran kecil ini jarang menimbulkan rasa sakit, namun akan terasa sakit ketika sudah membesar dan bahkan dapat menyebabkan penderitanya susah berjalan ataupun duduk.

Apa Penyebab Kista Bartholin?

Penyebab terjadinya Kista Bartholin adalah adanya sumbatan pada saluran kelenjar bartholin. Saat saluran tersumbat, cairan akan tertampung di dalam saluran. lama-kelamaan menyebabkan saluran/kelenjar bartholin membengkak. Adapun penyebab lainnya seperti penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Nesseria Gonorrhoeae atau chlamydia trachomatis.

Apa Saja Gejala Kista Bartholin?

Saat ukurannya masih kecil, gejala jarang terjadi muncul. Namun, beberapa gejala dapat muncul ketika ukuran kista sudah membesar atau terjadi infeksi. Beberapa gejala tersebut seperti:

  1. Benjolan kecil yang tidak terasa sakit pada salah satu bibir vagina
  2. Rasa sakit saat berhubungan seksual
  3. Demam
  4. Bengkak dan kemerahan di area sekitar sisi bibir vagina
  5. Rasa tak nyaman saat duduk atau berjalan

Bagaimana Cara Pengobatan Kista Bartholin?

Kista yang masih berukuran kecil dan tidak terinfeksi dapat sembuh dan hilang dengan sendirinya tanpa diobati. Namun, pasien dapat melakukan perawatan rumahan seperti mandi air hangat dan tidak berhubungan seksual sampai kista hilang.

Untuk kista yang sudah terinfeksi, dapat ditangain dengan beberapa cara berikut ini, seperti:

  1. Obat-Obatan : obat pereda nyeri dapat dikonsumsi untuk redakan nyeri. pemberian obat-obatan antibiotik untuk mengurangi infeksi yang dapat menyebabkan timbulnya abses
  2. Tindakan insisi dan drainase : operasi insisi dan drainase dilakukan jika ukuran kista cukup besar dan jika sudah ada infeksi. operasi dilakukan dengan pembuatan sayatan kecil pada kista agar cairan nanah di dalamnya dapat keluar.
  3. Marsupialisasi : Teknik bedah dengan menyayat hingga ke bagian dalam kista dan menjahit pinggiran kista.
  4. Eksisi : Prosedur ini ditujukan untuk kista dan abses Bartholin yang terus kambuh. Meski merupakan prosedur bedah sederhana, eksisi kista Bartholin adalah salah satu prosedur yang membuat pasien mengeluarkan banyak darah, karena vulva mendapat pasokan darah yang berlimpah. Oleh sebab itu, prosedur ini sebaiknya dilakukan di kamar operasi oleh dokter spesialis.

Bagaimana Cara Pencegahan Kista Bartholin?

Cara mencegah kista bartholin yang dapat Sahabat Persada lakukan, antara lain:

  1. Menjaga kebersihan area organ kewanitaan dengan baik dengan cara membersihkan organ intim dari arah depan ke belakang.
  2. Lakukan hubungan seksual yang aman, seperti menggunakan kondom setiap berhubungan seks.
  3. hindari menggunakan pakaian dalam dan celana yang terlalu ketat/ bahan kasar.

Jika Sahabat Persada memiliki keluhan seputar gejala yang dirasakan, segera datang dan periksakan diri ke Persada Hospital agar mendapatkan penanganan yang tepat oleh tenaga medis Persada Hospital yang andal dan profesional.

Informasi selengkapnya hubungi hotline Persada Hospital di 0811-3058-8585

Ditinjau oleh :
dr. Nurfianti Indriana, Sp.OG
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Share :
#SehatBarengPersada