Apa itu DSA (Digital Subtraction Angiography), Tujuan & Prosedurnya?

DSA (Digital Subtraction Angiography) merupakan teknik pencitraan paling akurat dalam mengevaluasi sistem pembuluh darah otak dalam menemukan kelainan pembuluh darah di otak, seperti stenosis arteri, malformasi arteri vena, dan aneurisma otak.

DSA (Digital Subtraction Angiography) merupakan pemeriksaan invasif menggunakan kateter, wire, agen kontras, dan mesin angiography. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk menemukan kelainan anatomis pembuluh darah otak seperti aneurisma, AVM, dan stenosis. Selain itu DSA dapat pula menentukan aliran darah dan kondisi pembuluh darah seperti vasospasme, vaskulitis, dan vaskularisasi tumor otak.

Apa Tujuan DSA (Digital Subtraction Angiography)?

Adapun DSA (Digital Subtraction Angiography) menurut tujuannya terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Diagnostik

Mendeteksi kelainan pembuluh darah, vaskularisasi tumor, dan lainnya. Pasien hanya perlu melakukan persiapan berupa puasa empat jam, pengecekan Hb dan leukosit, fungsi ginjal dan gula darah. Pasien dengan diabetes mellitus sebaiknya menghentikan pemakaian obat sehari sebelum tindakan DSA.

2. Terapeutik

Tindakan pengobatan pada pembuluh darah yang abnormal, dengan cara memasukkan obat, alat, maupun implan pada pembuluh yang dituju. DSA juga digunakan sebagai terapi pelengkap sebelum menjalani operasi.

Mengapa Seseorang Memerlukan DSA (Digital Subtraction Angiography)?

 DSA (Digital Subtraction Angiography) digunakan untuk mendiagnosis:

  1. Adanya kondisi abnormal antara arteri dan vena
  2. Penyakit pembuluh darah, termasuk penyakit pembuluh darah obstruktif yang disebabkan oleh penyumbatan atau penyempitan pada lumen (bagian dalam) arteri dan vena
  3. Aneurisma otak (terutama aneurisma intrakranial)
  4. Pembuluh darah

Selain untuk mendiagnosis beberapa kondisi di atas, prosedur DSA (Digital Subtraction Angiography) Ini juga dapat digunakan untuk:

  1. Menilai sistem pembuluh darah tumor kanker.
  2. Memberikan panduan visual untuk prosedur intervensi seperti angioplasti (ballooning) dan stenting pembuluh darah.

Apa Saja Prosedur yang Dilakukan Saat Menjalani DSA (Digital Subtraction Angiography)?

Ketika pasien menjalani pemeriksaan DSA, tidak menutup kemungkinan pasien yang bertujuan untuk diagnostik juga harus langsung menjalani tindakan terapeutik.

Teknik ini lebih banyak digunakan pada kasus aneurisma dan stroke, dikarenakan penggunaan obat menjadi lebih tepat sasaran. Sebelum menjalani DSA, terdapat beberapa evaluasi pra prosedural yang mana pasien harus cakupi.

Beberapa evaluasi pra prosedural DSA adalah sebagai berikut:

  1. Diabetes atau gula darah
  2. Status fungsi ginjal
  3. Adanya penyakit aterosklerotik
  4. Obat-obatan
  5. Alergi
  6. Prosedur bedah sebelumnya

Untuk perawatan pasca DSA tergantung dengan sifat prosedurnya. Pasien tetap harus di immobilisasi selama kurang lebih 6 jam, dengan posisi tetap terlentang untuk observasi pasca prosedur.

Prosedur DSA seringkali dilakukan sebagai kelanjutan dari data pencitraan lain seperti CT-Scan atau MRI. Teknik DSA dilakukan di ruangan khusus yang disebut cath lab, dengan prosedur menggunakan selang halus yang dimasukkan melalui pembuluh darah pada lipatan paha. Selama proses dilakukannya DSA, pasien hanya diberikan pembiusan lokal sehingga pasien sadar selama menjalani prosedur ini. DSA adalah tindakan yang hanya membutuhkan waktu kurang lebih 40 menit.

DSA ini juga bermanfaat untuk mengevaluasi kasus perdarahan otak atau disebut stroke hemoragik, di mana perdarahan otak terjadi secara spontan yang biasanya dipicu oleh darah tinggi yang tidak terkontrol, ada bagian pembuluh darah yang rapuh, dan perdarahan otak ini juga bisa terjadi tanpa adanya benturan pada kepala atau karena kelainan dari struktur pembuluh darah otak itu sendiri.

Untuk pengaturan ruangan atau pemeriksaan DSA harus dilengkapi dengan peralatan pemantauan kondisi hemodinamik. Oksigen, irama serta denyut jantung pasien harus selalu dipantau, dan tekanan darah yang diukur secara teratur dan bertahap. Seluruh prosedur ini harus dilakukan dengan kondisi aseptik yang ketat, termasuk teknik, persiapan, dan pakaian. 

DSA adalah pemeriksaan yang menggunakan pesawat angiografi radiologi fluoroskopi. Pesawat angiografi menggunakan sinar-X, secara real time atau continue, untuk memantau pembuluh darah yang diperiksa setelah disuntikkan kontras. Sehingga pembuluh darah terlihat dari fase arteri, fase kapiler, sampai fase vena.

Untuk efek samping dari DSA adalah adanya pergeseran pembuluh dengan kateter, atau robeknya pembuluh darah. Efek samping ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan prosedur, yang harus ditempuh sebelum teknologi ini berkembang. Dimana pasien harus menjalani operasi vital seperti pembukaan tengkorak, yang dapat berakibat terjadinya infeksi.

Digital Subtraction Angiography di Cardiac Center Persada Hospital Malang

Persada Hospital memiliki layanan DSA (Digital Subtraction Angiography) untuk pasien yang membutuhkan prosedur ini. Didukung dengan teknologi, dokter kompeten, dan tim terbaik, kami mampu menangani beragam permasalahan kesehatan dengan tetap berkolaborasi bersama keluarga pasien untuk support moril.

Cek jadwal dokter Persada Hospital untuk melakukan kunjungan konsultasi di poli sesuai keluhan Anda. Pelajari juga berbagai informasi kesehatan terkini melalui laman artikel Persada Hospital. Informasi selengkapnya hubungi hotline Persada Hospital di 0811-3058-8585.

Ditinjau oleh :
dr. Rodhiyan Rakhmatiar, Sp.S., (K)., FINA.
Spesialis Neurologi
Share :
#SehatBarengPersada