Pengobatan kanker menjadi aspek penting dalam penanganan penyakit ini seiring meningkatnya jumlah kasus setiap tahun. Momentum Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap 4 Februari mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap pilihan terapi yang tepat dan berbasis medis.
Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 mencatat Indonesia ada 408.661 kasus kanker baru dengan angka kematian mencapai 242.099 kasus, menegaskan bahwa pemilihan pengobatan kanker yang sesuai jenis, stadium, dan kondisi pasien sangat berperan dalam meningkatkan kualitas hidup.
Mengenal ragam jenis terapi yang tersedia adalah langkah penting bagi pasien maupun keluarga untuk memilih pengobatan yang paling sesuai. Berikut adalah jenis-jenis pengobatan kanker yang dapat menjadi pilihan.
Operasi merupakan salah satu metode paling umum dalam pengobatan kanker, terutama jika kanker masih berada pada tahap awal. Tujuan operasi adalah mengangkat tumor atau jaringan yang terinfeksi kanker.
Pada beberapa kasus, operasi juga digunakan untuk membantu mendiagnosis atau menentukan sejauh mana kanker telah menyebar.
Kemoterapi menggunakan obat-obatan kimia untuk menghancurkan sel kanker yang tumbuh dengan cepat. Pengobatan ini dapat diberikan dalam bentuk pil, suntikan, atau infus.
Meskipun efektif dalam membunuh sel kanker, kemoterapi juga dapat menyebabkan efek samping seperti mual, kelelahan, dan kerontokan rambut.
Terapi radiasi menggunakan sinar energi tinggi, seperti sinar X, untuk membunuh sel kanker. Pengobatan ini sering digunakan setelah operasi untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tersisa.
Radiasi juga dapat digunakan sebagai terapi utama jika operasi tidak memungkinkan.
Transplantasi sumsum tulang belakang atau transplantasi sel punca sering digunakan untuk pasien kanker darah, seperti leukemia. Terapi ini menggantikan sumsum tulang yang rusak dengan sel punca sehat, yang dapat membantu tubuh memproduksi sel darah baru.
Immunotherapy bekerja dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh agar mampu melawan kanker. Jenis terapi ini biasanya diberikan pada pasien dengan kanker tertentu, seperti melanoma atau kanker paru-paru.
Obat-obatan yang digunakan dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengenali dan menyerang sel kanker.
Terapi hormon biasanya digunakan untuk kanker yang sensitif terhadap hormon, seperti kanker payudara dan kanker prostat. Tujuannya adalah menghambat produksi hormon tertentu dalam tubuh atau menghalangi efeknya, sehingga sel kanker tidak dapat tumbuh.
Targeted therapy dirancang untuk menyerang molekul spesifik yang terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan sel kanker. Karena terapi ini lebih fokus, efek sampingnya cenderung lebih sedikit dibandingkan kemoterapi atau radiasi.
Cryoablation adalah terapi yang menggunakan suhu sangat dingin untuk menghancurkan sel kanker. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan probe kecil ke dalam tumor, kemudian membekukan jaringan yang terinfeksi.
Terapi ini menggunakan energi panas untuk menghancurkan sel kanker. Biasanya digunakan untuk pasien dengan tumor kecil, terutama pada kanker hati atau paru-paru.
Clinical trials atau uji klinis adalah studi penelitian yang menguji pengobatan kanker baru. Pasien yang berpartisipasi dalam uji klinis dapat mengakses terapi eksperimental yang belum tersedia secara luas.

Keberhasilan pengobatan kanker sangat bergantung pada jenis kanker, stadium saat diagnosis, serta respons tubuh terhadap terapi.
Sebagian terapi bertujuan untuk menyembuhkan kanker secara tuntas, sementara lainnya difokuskan untuk mengendalikan penyakit dan memperpanjang harapan hidup dengan kualitas yang lebih baik.
Setiap jenis pengobatan kanker memiliki potensi risiko dan efek samping. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh dan konsultasi dengan dokter spesialis onkologi sangat penting sebelum menentukan terapi.
Pendekatan medis yang tepat, pemantauan berkelanjutan, dan fasilitas kesehatan terpercaya akan membantu meminimalkan risiko selama pengobatan.
Persada Hospital menyediakan layanan pengobatan kanker dengan pendekatan personal dan berbasis bukti medis, disesuaikan dengan jenis kanker, stadium, dan kondisi pasien.
Penanganan dilakukan oleh tim Spesialis Bedah Onkologi, dengan dukungan dr. Dian Pratiwi, Sp.B. Subsp. Onk (K), melalui evaluasi medis menyeluruh untuk menentukan terapi yang paling tepat dan aman.
Konsultasikan kondisi kesehatan kamu di Persada Hospital untuk mendapatkan rekomendasi pengobatan kanker yang sesuai, serta akses informasi kesehatan terkini melalui laman artikel kami.