Waspada 6 Gejala Radang Sendi Berikut Ini

orang dengan gejala radang sendi di lutut tangani di hip and knee clinic persada hospital malang

Kekuatan tulang dan sendi semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Hal ini membuat risiko munculnya gejala radang sendi atau artritis pun meningkat. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala radang sendi sedini mungkin.

artritis adalah kondisi medis yang umumnya memengaruhi jaringan di sekitar sendi. Ini dapat menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, kemerahan, dan kekakuan pada sendi yang terkena. 

Dengan mengetahui gejala artritis sejak dini, Anda dapat melakukan pengobatan lebih cepat. Jangan menunggu gejala yang timbul parah terlebih dahulu, agar radang pada sendi bisa disembuhkan. Berikut beberapa gejala yang umum dialami saat radang pada sendi terjadi:

1. Nyeri Sendi

Nyeri sendi adalah gejala radang sendi yang paling utama. Nyeri ini dapat berkisar dari ringan hingga parah, tergantung pada tingkat peradangan dan jenis artritis yang mendasarinya. Nyeri sendi seringkali terasa konstan dan dapat membatasi pergerakan sendi.

Nyeri sendi yang terkait dengan artritis timbul dari beberapa mekanisme yang terkait dengan proses peradangan. Salah satunya adalah pelepasan zat kimia bernama prostaglandin. 

Prostaglandin adalah senyawa yang diproduksi oleh tubuh selama peradangan dan dapat merangsang saraf yang mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak.

Selain itu, kerusakan pada tulang rawan yang melapisi ujung tulang di sendi juga dapat menyebabkan nyeri. 

Ketika tulang rawan rusak atau aus akibat peradangan yang berkepanjangan, sentuhan atau gerakan pada sendi dapat menjadi sangat tidak nyaman.

Selain itu, pembengkakan dan penekanan pada saraf di sekitar sendi juga dapat memicu nyeri yang signifikan. Ini dapat mengganggu pergerakan normal dan menyebabkan ketidaknyamanan sehari-hari.

2. Persendian Kaku & Bengkak

Persendian kaku adalah gejala radang sendi yang seringkali mengganggu penderitanya. Kaku ini biasanya terjadi setelah seseorang bangun tidur atau setelah beristirahat dalam waktu yang lama. 

Persendian yang terkena menjadi sulit untuk digerakkan dan seringkali terasa kaku atau seperti terikat. Ini membuat aktivitas sehari-hari seperti berdiri, duduk, atau berjalan menjadi sulit. 

Pagi hari seringkali menjadi saat yang paling sulit bagi penderita radang sendi, karena persendian mereka sangat kaku.

Selain terasa kaku, penderita artritis juga umumnya mengalami pembengkakan pada sendi. Bengkak ini disebabkan oleh penumpukan cairan di dalam atau di sekitar persendian yang meradang. 

Ketika persendian meradang, membran yang melapisi persendian dapat memproduksi lebih banyak cairan sendi dari biasanya. Akibatnya, persendian menjadi bengkak, terasa penuh, dan terkadang memerah atau memanas. 

Bengkak ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, bahkan rasa sakit, dan dapat membatasi gerakan persendian.

3. Gerak Terbatas 

Gejala radang sendi lainnya yang umum dialami adalah gerak sendi yang terbatas. Hal ini dapat mengganggu kualitas hidup seseorang secara signifikan.

Salah satu penyebab terjadinya gerak terbatas pada penderita artritis yaitu Osteoartritis. Biasanya penyakit ini terjadi akibat ausnya kartilago di antara tulang-tulang yang membentuk sendi. 

Kartilago yang aus mengakibatkan gesekan tulang yang menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan, yang kemudian membatasi gerakan. 

Bila aktivitas sehari-hari Anda sudah sangat terbatas akibat radang pada sendi, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan seperti Persada Hospital Malang. Tersedia layanan Hip & Knee Clinic yang dapat mengobati artritis.

4. Kulit di Sekitar Sendi Memerah

Kulit yang berwarna kemerahan di sekitar sendi ternyata merupakan salah satu gejala terjadinya artritis atau radang sendi.  

Kulit yang memerah ini dapat menjadi tanda peradangan yang mendalam di dalam sendi dan juga dapat menjadi sinyal peringatan bagi seseorang untuk mencari perawatan medis yang tepat.

Kulit di sekitar sendi yang memerah terjadi karena peradangan dalam sendi dapat menyebabkan pelepasan zat kimia inflamasi, seperti prostaglandin, yang dapat memengaruhi pembuluh darah di kulit. 

Ketika pembuluh darah meradang, mereka dapat melebar, menyebabkan peningkatan aliran darah ke daerah tersebut. Ini menyebabkan kulit menjadi merah dan terkadang terasa hangat saat disentuh.

Selain itu, peradangan sendi juga dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam sendi, yang dapat mendorong kulit di sekitar sendi. Ini juga dapat memengaruhi tampilan kulit, membuatnya tampak lebih bengkak dan memerah.

Oleh karena itu, bila Anda mengalami kemerahan di area sendi segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Terlebih bila disertai gejala artritis yang lainnya.

5. Kekuatan Otot Melemah

Gejala radang sendi lainnya yang sering terjadi adalah melemahnya otot di sekitar sendi yang terkena radang sendi. 

Radang sendi seringkali menyebabkan rasa sakit yang signifikan. Untuk menghindari rasa sakit ini, seseorang mungkin cenderung mengurangi penggunaan sendi yang sakit. 

Akibatnya, otot di sekitar sendi tersebut cenderung mengalami disuse atrophy atau kehilangan massa otot karena kurangnya penggunaan, sehingga kekuatan otot dapat berkurang secara signifikan.

Kekuatan otot yang melemah dapat menyebabkan keterbatasan gerakan dan fungsionalitas sendi. Hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti berjalan, mengangkat benda-benda ringan, dan bahkan berpakaian.

Selain itu, kekuatan otot yang melemah juga dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. 

Rasa sakit dan kelemahan otot dapat membatasi kemampuan individu untuk menjalani gaya hidup aktif, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, atau menjalani pekerjaanya sehari-hari.

6. Nyeri di Tempat yang Berubah-ubah karena Gerakan

Salah satu aspek yang seringkali diabaikan oleh penderita radang sendi adalah rasa nyeri yang berpindah-pindah. Rasa nyeri ini dapat menjadi salah satu hal yang paling mengganggu dalam kehidupan sehari-hari bagi penderita artritis.

Nyeri yang berpindah-pindah biasanya disertai dengan perasaan kaku pada sendi yang terkena, pembengkakan, dan kelemahan otot di sekitarnya.

Rasa nyeri di tempat yang berubah-ubah saat mengalami artritis bisa terjadi karena beberapa hal. Salah satunya karena pembebanan sendi. Gerakan atau aktivitas fisik tertentu dapat meningkatkan pembebanan pada sendi yang meradang. 

Pembebanan ini dapat menyebabkan tekanan ekstra pada jaringan yang sudah meradang, memicu pelepasan lebih banyak mediator inflamasi, dan akibatnya, nyeri menjadi lebih intens dan dapat berpindah-pindah.

Demikian beberapa gejala yang umumnya dialami oleh penderita artritis. Apabila Anda merasakan beberapa gejala yang disebutkan di atas, jangan menunda waktu untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat..

Tangani Radang Sendi bersama Persada Hospital

Salah satu pelayanan kesehatan yang dapat menangani masalah peradangan pada sendi yaitu Persada Hospital Malang. 

Persada Hospital Malang memiliki layanan Hip & Knee Clinic yang dapat memberikan perawatan dan pengobatan yang tepat untuk masalah peradangan sendi. Pelayanan kesehatan akan dilakukan oleh dokter yang sudah berpengalaman. 

Selain itu, teknologi yang digunakan pun sudah canggih dan akan dioperasikan oleh tim yang mumpuni. Dengan begitu, diharapkan gejala radang sendi bisa teratasi dengan tepat dan bisa sembuh.

Segera kunjungi Hip and Knee Clinic Persada Hospital Malang untuk mendapatkan perawatan yang tepat guna menangani artritis Anda. Cek jadwal dokter spesialis tulang Persada Hospital untuk melakukan konsultasi. Pelajari juga beragam informasi kesehatan terkini melalui laman artikel Persada Hospital.

Ditinjau oleh :
dr. Bagus Putu Putra Suryana, Sp.PD-KR
Spesialis Penyakit Dalam
Share :
#SehatBarengPersada