Apakah BAB Berdarah Berbahaya? Kenali Penyebabnya!

apakah-bab-berdarah-berbahaya-kenali-penyebabnya

Apakah BAB Berdarah berbahaya? Kekhawatiran tersebut pasti pernah muncul di kepala Sahabat Persada. Buang air besar (BAB) disertai dengan darah memang menjadi hal yang mengkhawatirkan. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa penyebab. 

Mulai dari yang normal hingga abnormal. Kenali secara lengkap penyebab adanya darah pada feses dan langkah yang perlu Sahabat Persada lakukan untuk mengatasinya. Informasi tentang cara mengatasi BAB berdarah dan penyebab BAB keluar darah dapat Sahabat Persada simak pada artikel ini.

BAB keluar darah tidak selalu mengindikasikan kondisi yang berbahaya. Warna darah biasanya menentukan di saluran pencernaan bagian mana pendarahan terjadi. Berikut adalah warna darah yang mungkin muncul: 

  1. Darah berwarna merah cerah mengindikasikan adanya perdarahan di saluran pencernaan bagian bawah seperti usus besar atau rektum. 
  2. Darah berwarna merah tua mengindikasikan adanya perdarahan di usus kecil atau bagian awal usus besar. 
  3. Kotoran berwarna hitam dapat mengindikasikan perdarahan di lambung atau bagian atas usus kecil (lambung atau kerongkongan). 

Selain karena perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, terkadang konsumsi makanan tertentu juga dapat membuat feses berwarna hitam. Oleh karena itu, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dan melihat pada gejala yang lain untuk memastikan penyebabnya.

Apa Penyebab BAB Berdarah?

Penyebab BAB keluar darah bisa karena beberapa faktor. Berikut adalah penyebab BAB berdarah:

1. Penyakit divertikular

Divertikula merupakan bagian dari usus besar. Pada beberapa kondisi diverticula dapat berdarah dan terinfeksi. Inilah yang kemudian menyebabkan adanya darah dalam feses.

2. Fisura anus

Adanya robekan kecil pada jaringan yang melapisi anus. Bentuknya mirip dengan retakan yang terjadi pada bibir pecah-pecah. Kondisi ini disebabkan oleh buang air besar yang besar dan keras sehingga menimbulkan rasa sakit.

3. Radang usus besar

Ini adalah penyebab yang paling umum terjadi, infeksi atau radang pada usus dapat menyebabkan timbulnya darah dalam feses.

4. Angiodysplasia

Kondisi yang terjadi akibat pendarahan yang disebabkan oleh pembuluh darah rapuh dan abnormal.

5. Tukak lambung

Tukak lambung umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri yang disebut Helicobacter pylori (H. pylori). Ini merupakan luka terbuka yang terjadi di bagian lapisan perut atau duodenum, ujung atas usus kecil. 

6. Polip atau kanker

Polip usus merupakan pertumbuhan jaringan di dinding usus yang berupa gumpalan-gumpalan. Seiring berjalannya waktu polip bisa menjadi kanker. Kanker ini bisa jadi penyebab utama pendarahan, untuk mengetahui detailnya Anda perlu melakukan tes di laboratorioum.

7. Masalah esofagus

Varises di esofagus atau robekan di esofagus dapat menyebabkan kehilangan darah yang parah.

Gejala BAB Berdarah 

Buang air besar berdarah itu sendiri dapat disebut sebagai gejala penyakit. Kemunculan darah pada tinja ini dapat juga dibarengi dengan gejala lainnya, bergantung pada kondisi yang mendasarinya. 

Jika mengalami BAB berdarah yang disebabkan oleh pendarahan pada saluran pencernaan bagian bawah (hematochezia), maka Sahabat Persada dapat mengalami: 

  1. Perubahan frekuensi buang air besar 
  2. Penurunan berat badan
  3. Demam
  4. Diare 
  5. Sakit perut. 

Sementara itu, jika Sahabat Persada mengalami pendarahan pada saluran pencernaan bagian atas, maka Sahabat Persada dapat mengalami BAB berdarah yang disertai dengan gejala, seperti; feses berwarna gelap, dengan tekstur lunak dan lengket. Serta muntah darah atau berwarna seperti kopi.

Bagaimana Cara Mengobati BAB Berdarah?

Dokter biasanya menggunakan salah satu dari beberapa teknik untuk menghentikan perdarahan akut. Endoskopi seringkali dijadikan pilihan utama untuk memastikan penyebab BAB disertai darah. Tidak jarang juga metode ini digunakan sekalian untuk pemberian terapi atau pengobatan tertentu.

Metode lain yang dapat dilakukan adalah dengan merawat tempat pendarahan dengan arus listrik atau laser, atau memasang pita atau klip untuk menutup pembuluh darah. Jika endoskopi tidak dapat mengurangi pendarahan, dokter mungkin menggunakan angiografi untuk menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah untuk mengontrol perdarahan.

Selain menghentikan pendarahan langsung, jika perlu, pengobatan melibatkan mengatasi penyebab perdarahan agar tidak kembali. Jenis perawatan akan bervariasi tergantung pada penyebabnya, seperti misalnya untuk mengobati infeksi bakteri H. pylori dokter menggunakan antibiotik, untuk mengobati kolitis, dokter menyarankan obat penekan asam perut dan obat anti inflamasi. Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat polip atau bagian usus besar yang rusak akibat kanker, divertikulitis, atau penyakit radang usus.

Bagaimana Cara Pencegahan BAB Berdarah?

Beberapa hal yang bisa diterapkan untuk menurunkan risiko terjadinya buang air besar berdarah, antara lain: 

  1. Konsumsi makanan berserat tinggi
  2. Olahraga secara teratur
  3. Menjaga kebersihan rektum
  4. Menjaga asupan cairan tubuh
  5. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol, mencegah terjadi diabetes melitus dan obesitas, karena dapat menyebabkan fatty liver dan sirosis
  6. Mengobati hepatitis B sampai tuntas.

BAB berdarah memang tidak selalu mengindikasikan kondisi yang berbahaya, namun jika gejala yang dialami tidak kunjung sembuh dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera datang dan konsultasikan diri ke Persada Hospital. Cek jadwal dokter umum Persada Hospital untuk konsultasi lebih lanjut terkait masalah kesehatan yang Anda alami. Pelajari juga beragam informasi kesehatan terkini melalui lama artikel Persada Hospital.

Informasi selengkapnya terkait tindakan medis hubungi hotline Persada Hospital di 0811-3058-8585.

Ditinjau oleh :
dr. Aries Budianto, Sp.B.Subsp.BD(K)
Spesialis Bedah Digestif
Share :
#SehatBarengPersada