Mengenal Hemodialisa - Tujuan, Efek, Samping, dan Prosedurnya

hemodialisa di rumah sakit persada hospital malang

Tubuh manusia pada umumnya mampu menyaring dan mengeluarkan racun serta zat-zat yang tidak diperlukan tubuh. Dalam hal ini, ginjal memiliki fungsi penting dalam proses penyaringan darah agar cairan dalam tubuh tetap seimbang. Namun, bagaimana jika ginjal sudah tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya? 

Ketika ginjal sudah tidak dapat berfungsi dengan normal, tubuh perlu bantuan dari luar untuk menunjang kinerjanya. Peran ginjal dalam menyaring darah akan digantikan oleh alat buatan untuk menghilangkan air berlebih, zat-zat larut, dan racun dalam tubuh.

Apa Tujuan Dilakukan Hemodialisa?

Secara garis besar, terapi hemodialisa bertujuan untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak sehat. Hemodialisa akan membantu melewati periode penurunan fungsi ginjal yang akut, memberi waktu sampai transplantasi ginjal dilakukan, atau menjadi terapi seumur hidup bagi mereka yang tidak bisa mendapatkan transplantasi.

Dengan menjalani hemodialisa secara teratur, pasien dapat merasa lebih baik karena limbah dan racun dalam darahnya dibersihkan sehingga  mengurangi gejala-gejala yang terkait dengan kegagalan ginjal. 

Meskipun hemodialisa sangat membantu memperbaiki kualitas hidup bagi pasien dengan kegagalan ginjal, perlu diingat bahwa prosedur ini tidak menyembuhkan kondisi tersebut secara menyeluruh. Pengobatan penuh untuk gangguan fungsi ginjal hanya dapat dicapai melalui transplantasi ginjal atau terapi lain yang lebih lanjut. 

Baca Juga: Cara Mengobati Penyakit Ginjal Stadium Awal Sebelum Terlambat

Siapa yang Memerlukan Hemodialisa

Pada umumnya, hemodialisa  dilakukan oleh pengidap gagal ginjal. Namun, hemodialisa juga perlu dilakukan untuk penyakit akut yang terkait dengan:

  1. Ensefalopati uremik (masalah otak karena penumpukan racun urea).
  2. Perikarditis (peradangan di sekitar jantung).
  3. Hiperglikemia yang mengancam nyawa (kadar kalium yang sangat tinggi dalam darah).
  4. Asidosis yang sulit diatasi (gangguan keseimbangan asam dan basa dalam tubuh).
  5. Hipervolemia yang menyebabkan masalah pada organ-organ tubuh (misalnya, edema paru-paru).
  6. Kegagalan pertumbuhan dan masalah gizi.
  7. Neuropati perifer (kerusakan saraf di bagian tubuh tertentu).
  8. Gejala gastrointestinal yang sulit diatasi.

Lalu, kapankah harus memeriksakan diri ke dokter? Bagi penderita masalah ginjal, hemodialisa diperlukan ketika orang tersebut hanya memiliki 10 hingga 15 persen fungsi ginjal yang tersisa. Gejala yang mungkin dialami biasanya seperti mual, muntah, bengkak, dan kelelahan.

Keputusan untuk memulai hemodialisa akan didasarkan pada usia, tingkat energi, kondisi kesehatan secara keseluruhan, hasil tes laboratorium, dan kesiapan pasien untuk menjalani pengobatan. 

Bagaimana Cara Kerja Kerja Hemodialisa?

Perawatan hemodialisa akan dibantu oleh mesin khusus yang disebut dialisis. Dalam prosesnya, petugas medis akan memasukan dua jarum di pembuluh darah pasien. Selama prosedur, darah akan diambil dari tubuh kemudian disaring melalui mesin dialisis yang berperan seperti ginjal untuk menghilangkan garam, limbah, dan cairan berlebih. Darah yang telah disaring tersebut selanjutnya akan dikembalikan ke tubuh.

Hemodialisa biasanya dilakukan tiga kali dalam seminggu dan berlangsung tiga hingga lima jam per sesi.

Apa Efek Samping Hemodialisa?

Meskipun hemodialisa sangat penting untuk menjaga keseimbangan tubuh bagi orang dengan masalah ginjal, prosedur ini dapat menyebabkan beberapa efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping ini merupakan respons tubuh terhadap perubahan mendadak selama terapi, termasuk perubahan keseimbangan air dan zat kimia tubuh yang bisa menyebabkan kram otot, serta penurunan tekanan darah tiba-tiba, yang disebut hipotensi.

Selain itu, perangkat akses pembuluh darah yang digunakan dalam prosedur ini, juga berisiko mengalami masalah seperti infeksi, penyumbatan, atau gangguan aliran darah yang dapat mengganggu efektivitas pengobatan.

Di mana Dapat Melakukan Hemodialisa?

Perawatan hemodialisa pada umumnya dilakukan di pusat pelayanan hemodialisa maupun rumah sakit. Bagi Sahabat Persada yang ingin memeriksakan masalah ginjal maupun berkonsultasi mengenai perawatan hemodialisa dapat segera mengunjungi Persada Hospital untuk mendapatkan layanan terkait. 

Persada Hospital memberikan pelayanan hemodialisa yang berkualitas dan komprehensif bagi pasien yang memiliki masalah ginjal dengan  menjamin kenyamanan dan keamanan pasien selama menjalani perawatan.

Kunjungi Center of Excellence Urology and Dialysis Center untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Cek jadwal dokter urologi Persada Hospital untuk melakukan konsultasi lebih lanjut. Pelajari juga beragam informasi kesehatan terkini melalui laman artikel Persada Hospital. Informasi selengkapnya hubungi hotline Persada Hospital di 0811-3058-8585.

Ditinjau oleh :
dr. Achmad Rifai, Sp. PD-KGH, FINASIM
Spesialis Penyakit Dalam
Share :
#SehatBarengPersada