telephone persada hospital
whatsapp persada hospital
instagram persada hospital
youtube persada hospital
twitter persada hospital
tiktok persada hospital
facebook persada hospital
gmaps persada hospital

Infeksi Saluran Kemih: Penyebab, Gejala & Pengobatan

infeksi-saluran-kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan kondisi medis yang terjadi ketika bakteri menyerang salah satu organ dalam sistem kemih, seperti kandung kemih, uretra, ureter, atau ginjal. 

ISK paling sering menyerang kandung kemih dan uretra, dan dapat menimbulkan gejala seperti nyeri saat berkemih, sering ingin buang air kecil, serta urine keruh atau berdarah. 

Memahami penyebab infeksi saluran kemih sangat penting agar langkah pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan dengan tepat, sehingga risiko komplikasi serius dapat dihindari.

Apa itu Infeksi Saluran Kemih?

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi ketika bakteri menyerang bagian dari sistem kemih, seperti ginjal, kandung kemih, ureter, atau uretra. Infeksi ini paling sering terjadi di uretra dan kandung kemih. Gejalanya biasanya meliputi nyeri saat berkemih, sering ingin buang air kecil, dan urine keruh atau berbau kuat.

Penyebab utama infeksi saluran kemih adalah bakteri E. coli, yang masuk melalui uretra kemudian berkembang biak di kandung kemih. Jika tidak diobati, bakteri dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius.

Jenis Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih terbagi menjadi beberapa jenis, tergantung di bagian kemih mana yang terinfeksi. Berikut penjelasannya:

1. Uretritis

Yaitu infeksi saluran kemih pada uretra, yaitu saluran berongga yang mengalirkan urine dari kandung kemih ke luar tubuh.

2. Sistitis

Yaitu infeksi bakteri di kandung kemih yang suka berpindah dari uretra.

3. Pielonefritis

Yaitu infeksi yang terjadi pada ginjal, yang biasanya terjadi akibat infeksi yang telah menyebar ke saluran kemih, atau dari sumbatan pada saluran kemih. Obstruksi pada saluran kemih menyebabkan urin mengalir kembali ke ureter dan ginjal.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih


Penyebab infeksi saluran kemih umumnya yaitu bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih melalui uretra kemudian bekembang di kandung kemih. Jenis bakteri yang paling umum menjadi penyebab infeksi saluran kemih yaitu E. Colli. Tetapi, ada juga jenis bakteri lain seperti Klebsiella, Pseudomonas, dan Staphylococcus saprophyticus.

Cara kerjanya, bakteri ini dapat masuk melalui uretra saat penderitanya buang air kecil, lalu naik ke kandung kemih dan ginjal. Jika bakteri ini bertahan dan terus tumbuh, makan akan menyebabkan infeksi saluran kemih.

Selain karena bakteri, penyebab infeksi saluran kemih lainnya yaitu gangguan pada ginjal seperti batu ginjal.

Apa Saja Gejala Infeksi Saluran Kemih?

Gejala infeksi saluran kemih ditandai dengan rasa nyeri saat buang air kecil pada kasus yang sering terjadi, kemudian meningkatnya frekuensi buang air kecil, dan warna urine keruh bahkan disertai darah. Kondisi ini juga menyebabkan lapisan saluran kemih mengalami peradangan dan menjadi merah.

Selain beberapa tanda tadi, infeksi saluran kemih juga dapat disertai gejala seperti berikut:

  1. Organ intim terasa terbakar saat buang air kecil
  2. Punggung atau perut bagian bawah terasa nyeri dan tertekan
  3. Urine berbau menyengat
  4. Urine yang keluar sedikit
  5. Merasa lelah dan gemetar
  6. Demam dan menggigil

Apa Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih?


  1. Sering terjadi pada anak perempuan dan wanita, karena uretra wanita yang lebih pendek sehingga bakteri kontaminan lebih mudah memperoleh akses ke kandung kemih
  2. Baru menjalani tindakan medis atau operasi pada saluran kemih
  3. Penggunaan kateter urin untuk jangka panjang
  4. Kelainan pada saluran kemih sejak lahir
  5. Cedera pada saraf di sekitar kandung kemih yang menghambat pengeluaran urin
  6. Cedera pada saraf di sekitar kandung kemih yang menghambat pengeluaran urin
  7. Penyumbatan di saluran kemih
  8. Daya tahan tubuh lemah
  9. Menopause

Komplikasi Infeksi Saluran Kemih

Jika infeksi saluran kemih tidak segera diobati, hal ini dapat memicu terjadinya komplikasi seperti urosepsis, yaitu kondisi di mana bakteri yang ada pada ginjal yang terinfeksi menyebar ke seluruh darah.

Dampaknya yaitu syok hingga kematian. Selain itu, dalam beberapa kasus penyakit ini juga bisa menyebabkan:

  • Kelahiran prematur, bila penyakit ini terjadi pada ibu hamil.
  • Kerusakan ginjal permanen bila bakteri menyebar ke ginjal.
  • Penyempitan saluran kencing.

Maka dari itu, segera tangani infeksi saluran kemih jika Sahabat Persada merasakan gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas.

Bagaimana Cara Diagnosis Infeksi Saluran Kemih?

Dokter akan melakukan diagnosis guna mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengatasi infeksi saluran kemih. Beberapa prosedur untuk mendiagnosis infeksi saluran kemih antara lain:

1. Urinalisis

Urinalisis adalah prosedur yang dilakukan dengan menganalisis sampel urine untuk mengidentifikasi sel darah merah, sel darah putih, atau bakteri.

2. Kultur Urine

Prosedur ini bertujuan menentukan jenis bakteri agar dapat diberikan antibiotik yang tepat.

3. Tes Pencitraan

Dalam prosedur tes pencitraan, dokter akan merekomendasikan USG, CT scan atau MRI guna mengamati kondisi saluran kemih.

4. Sistoskopi

Sistoskopi merupakan pemeriksaan dengan menggunakan peralatan medis khusus yang dimasukkan dari uretra untuk melihat ke dalam kandung kemih.

Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

Pengobatan infeksi saluran kemih (ISK) biasanya dilakukan dengan antibiotik, yang dipilih sesuai jenis bakteri penyebab infeksi. Penting bagi pasien untuk menghabiskan seluruh antibiotik yang diresepkan agar infeksi benar-benar tuntas dan risiko resistensi bakteri dapat diminimalkan. Selain itu, beberapa langkah pendukung juga dianjurkan untuk mempercepat pemulihan, antara lain:

  • Minum cukup air putih agar urine lebih sering keluar dan bakteri dapat terbuang dari saluran kemih.
  • Tidak menahan buang air kecil, sehingga infeksi tidak bertahan lebih lama di kandung kemih.
  • Menjaga kebersihan area genital untuk mencegah masuknya bakteri tambahan.

Dengan pengobatan yang tepat, gejala infeksi saluran kemih seperti nyeri saat berkemih, urine keruh, atau sering ingin buang air kecil dapat mereda dalam beberapa hari.

Tips Mendukung Pemulihan Cepat

Ada beberapa tips yang bisa mendukung pemulihan berjalan dengan cepat. Berikut adalah tips yang dapat dilakukan:

  • Istirahat cukup untuk membantu sistem imun melawan infeksi.
  • Hindari konsumsi kafein, alkohol, atau makanan pedas selama masa pengobatan karena dapat mengiritasi kandung kemih.
  • Pantau gejala; jika muncul darah dalam urine, demam tinggi, atau nyeri tidak membaik, segera hubungi dokter.

Dengan kombinasi antibiotik tepat, hidrasi cukup, dan perawatan diri yang baik, infeksi saluran kemih biasanya dapat sembuh dalam 3–7 hari untuk kasus ringan, dan lebih lama untuk kasus yang melibatkan ginjal.

Berapa Lama Infeksi Saluran Kemih Sembuh?

ISK ringan umumnya membaik dalam 2–5 hari setelah antibiotik, tetapi pada kasus tertentu bisa membutuhkan waktu yang lebih lama.

  • ISK ringan (sistitis)

Pada umumnya dapat diobati dengan antibiotik oral selama 3-5 hari. Gejala seperti nyeri berkemih dan urine keruh biasanya membaik dalam beberapa hari.

  • ISK berat atau pielonefritis (infeksi ginjal)

Membutuhkan perawatan lebih intensif, bisa berupa antibiotik intravena di rumah sakit. Pasien mungkin mengalami demam tinggi, nyeri pinggang, mual, dan menggigil, sehingga perlu pengawasan medis ketat.

Bagaimana Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih?

Umumnya, pengobatan infeksi saluran kemih dilakukan dengan memberi antibiotik pada pasien. Antibiotik bertujuan untuk membunuh bakteri, sehingga infeksi akan terhenti.

Pasien juga dianjurkan untuk menghabiskan antibiotik yang diresepkan sebelumnya agar tubuh tidak mengalami resistensi obat.

Bagaimana Cara Pencegahan Infeksi Saluran Kemih?

Beberapa cara berikut ini dapat dilakukan agar terhindar dari infeksi saluran kemih, seperti:

  1. Selalu membersihkan area kemaluan setelah buang air besar atau berkemih.
  2. Menghindari menahan buang air kecil.
  3. Memperbanyak minum air putih agar buang air kecil bisa teratur.
  4. Menghindari memakai produk pembersih kewanitaan yang berpotensi menyebabkan iritasi misalnya yang mengandung parfum.
  5. Hindari penggunaan celana dalam yang sama selama berhari-hari.
  6. Bersihkan area genital sebelum berhubungan intim.
  7. Setelah berhubungan intim, segera buang air kecil. Hal ini berguna untuk menyingkirkan bakteri yang mungkin masuk ke uretra.
  8. Jangan menggunakan pakaian bawahan yang ketat karena akan meningkatkan kelembaban

Baca Juga: Mengenal Pembesaran Prostat Jinak, Gangguan Kesehatan yang Mengintai Pria

Segera Obati Infeksi Saluran Kemih di Persada Hospital Malang

Infeksi saluran kemih tidak boleh dianggap sepele. Jika Anda merasakan gejala seperti nyeri saat berkemih, urine keruh, atau nyeri pinggang, segera lakukan pemeriksaan di Spesialis Urologi Persada Hospital Malang.

Dengan dukungan teknologi medis terkini dan dokter spesialis urologi berpengalaman, diagnosis dan pengobatan ISK dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Cek jadwal dokter atau hubungi kami untuk mendapatkan layanan medis terbaik dari Persada Hospital Malang. Pelajari informasi kesehatan lainnya melalui laman artikel kami untuk mendapatkan tips dan pengetahuan kesehatan terbaru.

FAQ Seputar Infeksi Saluran Kemih (ISK)

1. Apakah ISK menular?

Tidak, tetapi bakteri dapat berpindah selama hubungan seksual.

2. Mengapa wanita lebih rentan terkena ISK?

Karena uretra lebih pendek sehingga bakteri mudah masuk ke kandung kemih.

3. Apa makanan yang harus dihindari saat ISK?

Kafein, alkohol, makanan pedas, dan minuman bersoda.

4. Apakah infeksi saluran kemih bisa sembuh tanpa antibiotik?

Pada beberapa kasus sangat ringan, gejala bisa mereda dengan banyak minum air. Namun secara medis, ISK bakteri tetap memerlukan antibiotik untuk mencegah komplikasi.

5. Kapan harus ke dokter?

Jika muncul demam, nyeri pinggang, atau gejala tidak membaik dalam 48 jam.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi - 081130588585
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Taufiq Nur Budaya, Sp.U (K)
Spesialis Urologi
Bagikan :
#SehatBarengPersada