telephone persada hospital
whatsapp persada hospital
instagram persada hospital
youtube persada hospital
twitter persada hospital
tiktok persada hospital
facebook persada hospital
gmaps persada hospital

Penyakit Parkinson: Gejala, Penyebab & Pengobatannya

parkinson

Menjaga kesehatan sistem saraf sangatlah penting, terutama saat kita memasuki usia lanjut. Salah satu gangguan saraf yang kerap memengaruhi kualitas hidup lansia adalah parkinson. 

Kondisi medis ini secara langsung memengaruhi sistem saraf yang mengendalikan gerakan tubuh. Karena sifatnya yang progresif, gejalanya akan bertambah buruk seiring berjalannya waktu. Mengenali tanda awalnya adalah langkah krusial agar penanganan dapat segera dilakukan.

Apa Itu Penyakit Parkinson?

Bagi Anda yang bertanya-tanya apa itu parkinson, kondisi ini merupakan gangguan pada otak yang menyebabkan masalah pada gerakan, kesehatan mental, tidur, nyeri, dan masalah kesehatan lainnya. Penyakit ini menyerang sel-sel saraf (neuron) di dalam otak, yang secara perlahan mengalami kerusakan atau mati.

Meskipun penyakit parkinson saat ini belum dapat disembuhkan secara total, terdapat berbagai terapi dan pengobatan medis yang sangat efektif untuk mengurangi gejalanya. Dengan penanganan yang tepat, kualitas hidup pasien dapat terus dijaga.

Gejala Parkinson yang Perlu Diwaspadai

Gejala parkinson bisa berbeda-beda pada setiap orang. Pada tahap awal, gejalanya mungkin sangat ringan dan sering kali tidak disadari. Keluhan ini umumnya bermula pada satu sisi tubuh terlebih dahulu sebelum akhirnya memengaruhi kedua sisi.

Berikut adalah pembagian gejalanya:

1. Gejala Motorik (Gerak)

Penyakit ini sangat khas dengan gangguan pada fungsi motorik, yang meliputi:

  • Tremor
    Gemetar yang berirama ini biasanya dimulai pada tangan atau jari. Sering kali, pasien terlihat seperti sedang memelintir pil di antara ibu jari dan telunjuk (pill-rolling tremor) saat tangan sedang beristirahat.

  • Gerakan melambat (bradykinesia)
    Penyakit ini dapat memperlambat gerakan, sehingga tugas-tugas sederhana seperti bangun dari kursi atau berpakaian menjadi terasa lebih sulit.

  • Otot kaku (rigiditas)
    Otot dapat terasa kaku di bagian tubuh mana pun, sering kali terasa tegang, nyeri, dan membuat gerakan lengan menjadi pendek atau tersentak-sentak.

  • Gangguan keseimbangan dan postur tubuh membungkuk
    Postur tubuh pasien dapat menjadi bungkuk, dan mereka rentan mengalami masalah keseimbangan atau sering terjatuh.

2. Gejala Non-Motorik

Selain gangguan gerak, pasien juga dapat mengalami gejala yang tidak terkait dengan pergerakan fisik, antara lain:

  • Gangguan tidur: Pasien dapat sering terbangun di malam hari, mengalami mimpi buruk, atau tertidur di siang hari.

  • Kehilangan indra penciuman: Pasien dapat kehilangan kemampuan mencium bau secara sebagian atau keseluruhan.

  • Sembelit: Banyak penderita yang kesulitan buang air besar, bahkan mungkin kurang dari tiga kali dalam seminggu.

  • Masalah kognitif/depresi: Kondisi ini dapat memengaruhi memori, bahasa, keterampilan bernalar, hingga memicu depresi dan kecemasan.

Penyebab Parkinson dan Faktor Risikonya

Meskipun penyebab pasti dari penyakit ini belum diketahui secara persis, ilmuwan telah menemukan beberapa faktor yang memicu kerusakan sel saraf.

Parkinson Karena Kekurangan Apa?

Banyak gejala utama parkinson muncul akibat hilangnya neuron yang memproduksi zat pembawa pesan kimia di otak, yaitu dopamin. Penurunan kadar dopamin ini menyebabkan aktivitas otak menjadi tidak teratur. Ketidakteraturan inilah yang pada akhirnya menimbulkan berbagai masalah gerakan dan gejala lain pada penderita.

Faktor Risiko

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyebab parkinson antara lain:

  • Usia: Risiko kondisi ini meningkat seiring bertambahnya usia, umumnya dimulai pada usia sekitar 50 tahun ke atas, dengan rata-rata kemunculan pada usia 70 tahun.

  • Genetik/Keturunan: Memiliki anggota keluarga inti (seperti orang tua atau saudara kandung) yang mengidap penyakit ini dapat meningkatkan risiko.

  • Jenis kelamin: Pria diketahui lebih rentan terkena penyakit ini dibandingkan wanita.

  • Paparan toksin/lingkungan: Paparan terus-menerus terhadap polusi udara, herbisida, pestisida, dan pelarut kimia dapat sedikit meningkatkan risiko.

Apakah Penyakit Parkinson Berbahaya?

Jika dibiarkan tanpa penanganan, penyakit ini dapat menimbulkan tingkat kecacatan yang tinggi serta membuat pasien sangat bergantung pada perawatan orang lain. 

Komplikasi pada tahap lanjut dapat berupa kesulitan menelan dan mengunyah, yang berisiko menyebabkan tersedak atau kekurangan nutrisi. Selain itu, banyak orang dengan penyakit ini juga dapat berkembang mengalami demensia seiring berjalannya penyakit.

Pengobatan: Apakah Parkinson Bisa Sembuh?

Seperti yang telah disebutkan, belum ada obat yang dapat menyembuhkan parkinson sepenuhnya. Namun, perawatan medis bertujuan untuk meminimalkan gejala dan memperbaiki fungsi tubuh penderita.

Dokter umumnya akan meresepkan kombinasi obat seperti Levodopa/carbidopa yang berfungsi untuk meningkatkan jumlah dopamin di dalam otak. Pada beberapa kasus, dokter juga dapat merekomendasikan tindakan pembedahan seperti stimulasi otak dalam (deep brain stimulation) untuk membantu mengontrol tremor dan mengurangi kebutuhan akan obat-obatan. 

Selain itu, terapi rehabilitasi medis (fisioterapi) juga sangat penting untuk melatih kekuatan, gaya berjalan, dan keseimbangan tubuh.

Jangan Tunda Pemeriksaan, Kunjungi Spesialis Neurologi Kami

Gejala saraf yang memburuk seiring waktu tidak boleh diabaikan. Penegakan diagnosis sejak dini sangat membantu dalam menjaga kemandirian dan kualitas hidup pasien.

Jika Anda atau keluarga terdekat menunjukkan tanda-tanda seperti tremor saat istirahat, gerak yang melambat, atau kekakuan otot, segera lakukan evaluasi medis secara komprehensif. Jadwalkan konsultasi Anda bersama tim dokter spesialis neurologi Persada Hospital!

Informasi Lebih Lanjut Hubungi - 081130588585
Ditinjau oleh :
dr. Made Ayu Hariningsih S.,Sp.N.,M.Biomed
Spesialis Neurologi
Bagikan :
#SehatBarengPersada