telephone persada hospital
whatsapp persada hospital
instagram persada hospital
youtube persada hospital
twitter persada hospital
tiktok persada hospital
facebook persada hospital
gmaps persada hospital

Ankle Sprain: Keseleo Pergelangan Kaki dan Penanganannya

Gambar-ilustrasi-akle-sprain-kaki-keseleo

Ankle sprain atau keseleo pergelangan kaki merupakan salah satu cedera sendi yang paling sering terjadi saat beraktivitas sehari-hari atau berolahraga. 

Seperti yang dijelaskan oleh Cleveland Clinic, kondisi ini terjadi ketika ligamen di sekitar pergelangan kaki meregang atau robek akibat gerakan yang tiba-tiba, sehingga menimbulkan nyeri dan gangguan mobilitas.

Banyak orang masih menganggap keseleo pergelangan kaki sebagai cedera ringan. Padahal, tanpa penanganan yang tepat, ankle sprain dapat menimbulkan masalah jangka panjang dan meningkatkan risiko cedera berulang. 

Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu ankle sprain, gejalanya, penyebab, hingga cara penanganannya secara medis.

Apa Itu Ankle Sprain?

Ankle sprain adalah cedera yang terjadi akibat peregangan atau robekan pada ligamen pergelangan kaki. 

Ligamen sendiri merupakan jaringan kuat yang berfungsi menghubungkan tulang dan menjaga stabilitas sendi.

Jadi, kondisi ini umumnya terjadi saat pergelangan kaki terpelintir secara tidak wajar, misalnya ke arah dalam atau luar. 

Akibatnya, ligamen tidak mampu menahan beban dan mengalami cedera, yang kemudian menimbulkan nyeri, bengkak, hingga keterbatasan gerak.

Gejala Umum Ankle Sprain

Gejala ankle sprain dapat bervariasi tergantung tingkat keparahannya. Berikut beberapa tanda yang paling sering dialami oleh penderita keseleo pergelangan kaki.

1. Nyeri pada Pergelangan Kaki

Nyeri biasanya muncul segera setelah cedera terjadi. Intensitasnya bisa ringan hingga sangat hebat, terutama saat pergelangan kaki digunakan untuk berjalan atau menopang berat badan.

2. Pembengkakan

Pembengkakan merupakan respons alami tubuh terhadap cedera ligamen. Area pergelangan kaki yang mengalami ankle sprain biasanya terlihat membesar dan terasa hangat saat disentuh.

3. Memar

Memar dapat muncul akibat pecahnya pembuluh darah kecil di sekitar ligamen yang cedera. Warna memar bisa berubah dari kebiruan hingga kekuningan seiring proses penyembuhan.

4. Sulit Berjalan atau Menahan Beban

Pada beberapa kasus, penderita kesulitan berjalan atau bahkan tidak mampu menahan beban tubuh pada kaki yang cedera, terutama pada ankle sprain dengan tingkat sedang hingga berat.

5. Keterbatasan Gerak Pergelangan Kaki

Gerakan pergelangan kaki menjadi terbatas dan terasa kaku. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas harian jika tidak segera ditangani.

Penyebab Ankle Sprain

Ankle sprain dapat terjadi karena berbagai faktor. Berikut beberapa penyebab yang paling umum.

  • Salah pijakan atau terpeleset.

  • Aktivitas olahraga yang terlalu berat.

  • Permukaan jalan yang tidak rata.

  • Kelemahan otot dan ligamen.

Tingkat Keparahan Ankle Sprain

Seperti yang dipaparkan Bergman & Shuman (2025) dalam jurnal Acute Ankle Sprain, ankle sprain dibagi menjadi beberapa tingkat keparahan berdasarkan kondisi ligamennya.

1. Ringan (Grade 1): Peregangan Ligamen

Pada tingkat ini, ligamen hanya mengalami peregangan ringan. Nyeri dan pembengkakan relatif minimal, dan penderita masih bisa berjalan meski terasa tidak nyaman.

2. Sedang (Grade 2): Robekan Sebagian Ligamen

Cedera ini ditandai dengan robekan sebagian ligamen. Nyeri, pembengkakan, dan memar lebih jelas, serta pergelangan kaki terasa kurang stabil.

3. Berat (Grade 3): Robekan Total Ligamen

Pada grade 3, ligamen mengalami robekan total. Kondisi ini menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan signifikan, dan ketidakstabilan sendi yang serius.

Dampak Ankle Sprain Jika Tidak Ditangani

Jika ankle sprain tidak ditangani dengan tepat, cedera ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang. 

Ligamen yang tidak sembuh optimal berisiko menyebabkan nyeri kronis, kekakuan sendi, hingga ketidakstabilan pergelangan kaki. 

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko keseleo berulang dan mengganggu kualitas hidup.

Cara Mengatasi Keseleo Pergelangan Kaki

Penanganan ankle sprain bertujuan untuk mengurangi nyeri, mempercepat penyembuhan, dan mengembalikan fungsi pergelangan kaki secara optimal.

1. Istirahat dan Batasi Aktivitas

Langkah awal yang penting adalah mengistirahatkan kaki dan menghindari aktivitas yang memperparah cedera.

2. Kompres Dingin (RICE Method)

Metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri pada fase awal cedera.

3. Penggunaan Penyangga atau Perban Elastis

Penyangga atau perban elastis, seperti ankle brace, digunakan untuk memberikan stabilitas tambahan pada pergelangan kaki selama proses pemulihan.

4. Obat Pereda Nyeri dan Anti-Inflamasi

Dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri dan anti-inflamasi untuk membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan.

5. Fisioterapi dan Rehabilitasi

Fisioterapi berperan penting dalam memperkuat otot, meningkatkan fleksibilitas, dan mencegah cedera berulang.

6. Tindakan Operasi Hanya Dilakukan pada Kasus Berat atau Cedera Berulang

Operasi biasanya menjadi pilihan terakhir, terutama pada ankle sprain berat atau yang sering kambuh meski telah menjalani terapi konservatif.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan kondisi kamu ke dokter apabila mengalami gejala berikut:

  • Nyeri hebat dan tidak berkurang.

  • Tidak bisa berjalan sama sekali.

  • Pembengkakan semakin parah.

  • Pergelangan kaki terasa tidak stabil.

Penanganan Ankle Sprain di Orthopaedic Center Persada Hospital

Penanganan ankle sprain yang tepat memerlukan evaluasi menyeluruh oleh tenaga medis berpengalaman. 

Di Orthopaedic Center, pasien akan ditangani oleh dokter spesialis ortopedi dengan dukungan fasilitas diagnostik modern untuk menentukan tingkat keparahan cedera secara akurat.

Salah satu dokter andalan kami adalah Dr.dr. Edi Mustamsir, Sp. OT, SubSp. PL(K) yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus cedera dan gangguan pada sistem muskuloskeletal, termasuk keseleo pergelangan kaki. 

Dengan pendekatan yang komprehensif, mulai dari terapi konservatif, fisioterapi, hingga tindakan lanjutan bila diperlukan, proses pemulihan diharapkan berjalan lebih optimal, jadwalkan konsultasi segera.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi - 081130588585
Ditinjau oleh :
Dr.dr. Edi Mustamsir, Sp. OT, SubSp. PL(K)
Spesialis Orthopedi
Bagikan :
#SehatBarengPersada