8 Gejala Saraf Kejepit, Tangani Secepatnya!

gejala saraf kejepit tangani segera di rumah sakit persada hospital malang

Istilah saraf kejepit mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga. Saraf kejepit biasanya terjadi ketika saraf tertekan secara berlebihan. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, mari kenali terlebih dahulu beberapa gejala saraf kejepit yang umum terjadi.

Saraf kejepit, juga dikenal sebagai radikulopati, adalah kondisi medis yang seringkali menimbulkan rasa sakit, mati rasa, atau kelemahan pada bagian tubuh tertentu. 

Saraf kejepit terjadi ketika suatu saraf terjepit atau tertekan oleh struktur lain, seperti tulang, otot, atau cakram intervertebral. Kondisi ini dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, tetapi paling umum terjadi di daerah tulang belakang dan leher. Berikut beberapa gejalanya:

1. Kesemutan atau Nyeri Seperti Ditusuk Jarum

Kesemutan atau nyeri seperti ditusuk jarum adalah gejala saraf kejepit yang seringkali terjadi. Hal ini dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk leher, punggung, lengan, dan kaki.

Nyeri ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kompresi atau tekanan yang berlebihan pada saraf. 

Ketika saraf mengalami tekanan atau iritasi akibat terjepit, saraf tersebut dapat mengirimkan sinyal nyeri ke otak. Ini terjadi sebagai bagian dari respons tubuh terhadap stimulus yang berpotensi merusak. 

Otak kemudian menginterpretasikan sinyal ini sebagai nyeri, dan penderita akan merasakannya sebagai perasaan nyeri seperti ditusuk jarum.

Selain sensasi seperti ditusuk jarum, nyeri akibat saraf terjepit juga dapat menyebabkan gejala lain, seperti kesemutan, atau mati rasa. Gejala ini tergantung pada saraf mana yang terjepit dan sejauh mana kompresi tersebut.

2. Nyeri Kaki yang Intens

Nyeri kaki yang intens merupakan gejala saraf kejepit yang bisa saja terjadi. Hal ini terjadi ketika tekanan atau gesekan yang berlebihan menekan saraf-saraf yang mengendalikan pergerakan dan sensasi kaki.

Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit, kesemutan, kelemahan, dan bahkan gangguan fungsi kaki yang serius. Salah satu contohnya yaitu kondisi kaki yang melemah. 

Nyeri kaki yang intens bisa membuat kaki tidak kuat lagi seperti dulu saat digunakan untuk berjalan atau bergerak. Hal ini terjadi akibat tekanan pada saraf kaki yang mengirim sinyal ke otak untuk memberi rangsangan gerak.

3. Nyeri Menjalar dari Leher ke Tangan

Nyeri yang menjalar dari leher ke tangan adalah keluhan yang sering dialami oleh penderita saraf kejepit. Nyeri ini dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang.

Salah satu penyebab terjadinya saraf kejepit pada leher yang menyebabkan nyeri menjalar hingga ke tangan adalah cedera.

Cedera pada leher atau bahu, seperti cedera olahraga atau kecelakaan mobil, dapat menyebabkan pergeseran tulang atau struktur lain yang dapat mengakibatkan saraf terjepit.

4. Mati Rasa atau Kepekaan Menurun

Mati rasa adalah sensasi yang umumnya terjadi ketika seseorang kehilangan kemampuan untuk merasakan atau menggerakkan bagian tubuh tertentu. Ini merupakan salah satu gejala saraf kejepit yang umum terjadi. 

Pada sebagian penderita, sensasi mati rasa dapat disertai dengan nyeri yang menjalar dari area yang terkena saraf kejepit. Dampaknya, penderita kesulitan dalam melakukan gerakan atau aktivitas yang melibatkan bagian tubuh yang terkena.

5. Ketegangan Otot

Ketegangan otot bisa terjadi ketika saraf yang mengendalikan otot tertentu mengalami tekanan atau kompresi yang mengganggu transmisi sinyal saraf. 

Ketegangan otot akibat saraf terjepit berkaitan dengan gangguan dalam transmisi sinyal saraf menuju otot. Ketika saraf terjepit, sinyal-sinyal elektrik yang menginstruksikan otot untuk berkontraksi atau berelaksasi terhambat atau terganggu.

Gejala ketegangan otot akibat saraf terjepit dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Nyeri lokal yang bisa menjalar ke bagian lain tubuh.
  • Kebas atau mati rasa di daerah yang terkena dampak saraf terjepit.
  • Lemah otot di area yang sama.
  • Kesulitan melakukan gerakan tertentu atau menjalani aktivitas sehari-hari.

6. Daya Cengkram Melemah

Daya cengkram adalah kemampuan otot untuk berkontraksi dan menghasilkan gerakan. Proses ini sangat tergantung pada integritas sistem saraf yang mengirimkan sinyal ke otot. 

Saraf terjepit dapat mengganggu aliran sinyal saraf ke otot, mengakibatkan gangguan dalam kemampuan otot untuk berkontraksi dan berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini membuat daya cengkram otot melemah.

Kekurangan daya cengkram dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi sulit atau bahkan tidak mungkin dilakukan. 

Oleh karena itu, bila Anda mulai merasakan beberapa gejala saraf kejepit, segera kunjungi Persada Hospital untuk mendapat penanganan yang tepat.

7. Tidak Mampu Menahan Buang Air Kecil

Salah satu komplikasi yang mungkin terjadi pada gejala saraf kejepit adalah ketidakmampuan untuk menahan pipis atau yang sering disebut sebagai inkontinensia urin. 

Inkontinensia urin adalah kondisi di mana seseorang tidak dapat mengendalikan pengeluaran urin secara sadar. Untuk mengendalikan kandung kemih, melibatkan dua jenis saraf utama yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik. 

Saraf-saraf ini bekerja bersama-sama untuk menjaga kandung kemih dalam keadaan seimbang antara penyimpanan urin dan pengeluarannya. Namun, ketika ada tekanan atau gangguan pada saraf ini, seperti akibat saraf yang terjepit, fungsi normal kandung kemih dapat terganggu.

Ketika saraf yang mengontrol kandung kemih mengalami tekanan atau terjepit, ini dapat mengganggu komunikasi antara otak dan kandung kemih. Akibatnya, seseorang dengan masalah saraf kejepit mungkin kehilangan kemampuan untuk mengendalikan proses pengeluaran urin dengan baik.

8. Rasa Sakit yang Berubah-Ubah Titiknya

Gejala yang satu ini wajar terjadi pada penderita saraf kejepit. Rasa sakit yang berubah-ubah titiknya ini akan bergantung pada saraf bagian mana yang kejepit.

Misalnya, pada penderita saraf kejepit dengan nyeri panggul. Apabila tubuh penderita dicondongkan ke depan dalam posisi duduk atau berbaring lurus, rasa nyeri biasanya akan berkurang.

Semenetara itu, bila penderita memposisikan tubuh berbaring miring, rasa sakit akibat saraf kejepit akan meningkat. Bahkan bisa membuat penderitanya sulit tidur. Itulah sebabnya, penderita saraf kejepit dengan nyeri panggul akan dianjurkan untuk berbaring lurus saja agar rasa sakit yang dirasakan dapat berkurang. 

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai saraf kejepit yang dialami, sebaiknya konsultasikan bersama tenaga kesehatan yang sudah profesional. Anda bisa mengunjungi fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan neurosurgery seperti Persada Hospital Malang. 

Tangani Saraf Kejepit bersama Persada Hospital

Saraf kejepit, juga dikenal sebagai kompresi saraf, terjadi ketika saraf tertekan atau terjepit oleh struktur tubuh tertentu. Struktur ini bisa berupa tulang, otot, tendon, ligamen, atau bahkan cairan, seperti dalam kasus pembengkakan.

Pengobatan saraf kejepit tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi tersebut. Rasa sakit yang ditimbulkan akan semakin parah bila tidak segera diobati.

Oleh karena itu, pemeriksaan perlu segera dilakukan oleh profesional agar mendapat penanganan yang tepat. Persada Hospital Malang menyediakan pelayanan Neurosurgery yang dapat mengobati dan merawat pasien saraf kejepit.

Pelayanan kesehatan dilakukan oleh dokter yang sudah berpengalaman dengan teknologi yang canggih. Didukung oleh tim yang sudah ahli, gejala saraf kejepit yang Anda alami dapat tertangani dengan tepat.

Baca Juga: Mengenal Apa itu Manajemen Nyeri (Pain Management) untuk Sendi dan Bagian Tubuh Lainnya

Segera kunjungi Orthopedic Spine and Pain untuk mendapatkan perawatan yang tepat guna menangani artritis Anda. Cek jadwal dokter spesialis tulang Persada Hospital untuk melakukan konsultasi. Pelajari juga beragam informasi kesehatan terkini melalui laman artikel Persada Hospital.

Ditinjau oleh :
Dr. dr. Farhad Balafif, Sp. BS (K), FICS
Spesialis Bedah Saraf
Share :
#SehatBarengPersada