Kenali 10 Gejala Skoliosis Sedari Dini

Skoliosis adalah sebuah kondisi medis yang memengaruhi tulang belakang, menyebabkan lengkungan samping yang tidak normal. Gejala skoliosis dapat dialami siapa saja, terutama anak-anak dan remaja saat mendekati usia. 

Jika diperhatikan, penderita skoliosis akan memiliki bentuk tulang belakang menyerupai huruf ‘S’ atau ‘C’. Tanpa pengobatan yang tepat, skoliosis dapat berkembang menjadi masalah yang serius. 

Umumnya, gangguan tulang belakang ini tidak menimbulkan gejala. Namun, kondisi ini dapat memburuk seiring bertambahnya usia. Skoliosis dapat membuat postur badan melengkung sehingga mempengaruhi faktor estetika dan kinerja organ vital di sekitarnya seperti gangguan pernapasan akibat penekanan pada paru-paru maupun jantung.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali beberapa gejala skoliosis di bawah ini:

1. Tulang Belakang Melengkung

Gejala penyakit skoliosis yang pertama yaitu tulang belakang yang tampak melengkung. Ini mengakibatkan punggung tampak tidak lurus dari belakang dan dapat mengambil bentuk huruf "S" atau "C" ketika dilihat dari samping.

Tulang belakang yang melengkung biasanya baru diketahui setelah melalui pemeriksaan dokter. Dalam pemeriksaan, dokter akan meminta pasien untuk membungkuk (forward bending test). Tujuannya, untuk mengetahui apakah ada tulang rusuk yang menonjol atau tidak (hump). Selanjutnya, bila terdapat tonjolan tulang rusuk tersebut, maka dokter akan mengukurnya menggunakan alat skoliometer.

Selanjutnya, apabila dari pemeriksaan fisik terdapat kecurigaan akan skoliosis, maka untuk memastikan tingkat kelengkungan tulang belakang dokter juga akan melakukan pemeriksaan foto rontgen tulang belakang khusus skoliosis (x-ray scoliosis view). 

Umumnya pemeriksaan tersebut sudah cukup untuk menegakkan diagnosis, namun apabila ditemukan kelainan pada tulang belakang yang disebabkan oleh hal lain, seperti gangguan saraf, pertumbuhan skoliosis yang sangat cepat, atau bentuk skoliosis yang tidak lazim, maka pemeriksaan akan dilanjutkan dengan pemindaian menggunakan MRI.

2. Satu Bahu Lebih Tinggi daripada yang Lainnya

Selain memiliki tulang belakang yang melengkung, gejala skoliosis lainnya yaitu bahu lebih tinggi dari sisi bahu lainnya. Hal ini dipicu oleh adanya tulang punggung yang melengkung sehingga membuat posisi tulang pada bagian lainnya berubah.

Pada beberapa kasus, skoliosis dapat menyebabkan ketidaksejajaran bahu. Salah satu bahu mungkin terlihat lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain.

Rotasi tulang belakang yang melengkung merupakan karakteristik utama skoliosis. Vertebrae yang berputar dapat memengaruhi posisi bahu secara signifikan. 

Rotasi ini akan membuat satu bahu tampak lebih tinggi karena ada ketidaksejajaran dalam tinggi bahu sejati dan tinggi bahu yang terlihat. Selain itu, perubahan bentuk tulang belakang dan dinding dada dapat memperburuk perbedaan tinggi bahu.

3. Satu Pinggul Lebih Menonjol Dibanding Lainnya

Tidak hanya menyebabkan posisi bahu lebih tinggi dari yang lainnya, gejala skoliosis lainnya yaitu satu pinggul lebih menonjol dibanding lainnya. 

Hal ini disebabkan oleh posisi tulang punggung yang melengkung ke samping sehingga pinggul jadi terlihat tidak simetris. Hal ini bisa menyebabkan nyeri pada area punggung karena posisi tulang yang kurang presisi.

4. Satu Tulang Belikat Lebih Menonjol Dibanding Lainnya

Lengkungan pada tulang belakang yang terjadi pada skoliosis dapat menyebabkan pergeseran pada tulang belikat. Ketika tulang belikat berputar, salah satu ujungnya akan lebih tinggi daripada yang lain, menghasilkan perbedaan tinggi tulang belikat.

Hal ini dapat mempengaruhi postur dan keseimbangan tubuh, menyebabkan ketidaknyamanan, dan bahkan dapat mempengaruhi fungsi bahu dan lengan atas. 

Pemantauan dan perawatan yang tepat diperlukan untuk mengelola gejala yang terkait dengan perbedaan tinggi tulang belikat ini. 

Untuk melakukan pemeriksaan dan mendapat perawatan, Anda bisa mengunjungi fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan Orthopedic Spine and Pain seperti Persada Hospital Malang.

5. Tubuh Condong ke Satu Sisi

Skoliosis mengacu pada kondisi di mana terjadi kelengkungan lateral (ke samping) abnormal dalam tulang belakang. 

Kondisi ini dapat terjadi secara alami atau merupakan hasil dari faktor genetik, penyakit, cedera, penuaan, atau pertumbuhan abnormal. Selain itu, skoliosis dapat merupakan suatu keadaan bawaan lahir (kongenital) atau terjadi di usia-usia setelahnya, terutama saat mendekati usia pubertas.  

Ketika seseorang mengalami skoliosis, maka tulang belakang akan mengalami perubahan bentuk dan posisi. Hal ini menyebabkan tubuh terlihat tidak seimbang, dengan satu sisi lebih tinggi atau menonjol daripada yang lain.

6. Tinggi Pinggang Tidak Rata

Salah satu gejala skoliosis yang umum terjadi adalah tinggi pinggang tidak rata. Tinggi pinggang tidak rata pada skoliosis terjadi ketika pinggul dan panggul tidak berada pada tingkat yang sama.

Akibatnya, menghasilkan tampilan yang tidak simetris dan ketidaknyamanan bagi penderitanya. Lengkungan abnormal tulang belakang pada skoliosis dapat menggeser posisi pinggul dan panggul, sehingga menciptakan perbedaan tinggi pinggang.

Tinggi pinggang tidak rata pada skoliosis dapat memiliki dampak fisik dan psikologis yang signifikan. Dampak tersebut termasuk:

  • Ketidaknyamanan dan nyeri: Perbedaan tinggi pinggang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri pada area pinggang, panggul, dan punggung.
  • Gangguan postur: Skoliosis dan tinggi pinggang yang tidak rata dapat memengaruhi postur tubuh, membuat penderitanya merasa kurang percaya diri dan kesulitan dalam beraktivitas sehari-hari.
  • Ketidaksetaraan panjang kaki: Perbedaan tinggi pinggang juga dapat memengaruhi panjang kaki, yang dapat menghasilkan masalah postur tambahan dan ketidakseimbangan tubuh. Keadaan ini tentunya akan mengganggu aktivitas sehari-hari karena berkaitan dengan cara berjalan penderita. 

Untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada tinggi pinggang, dalam pemeriksaan dokter akan meminta penderita untuk berjalan dan menilai ada tidaknya gangguan cara berjalan.

7. Nyeri Punggung Bawah

Nyeri punggung bagian bawah adalah salah satu gejala skoliosis yang juga sering terjadi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nyeri punggung bawah pada penderita skoliosis:

  • Ketegangan pada otot dan ligamen

Lengkungan abnormal pada skoliosis dapat menyebabkan ketegangan yang berlebihan pada otot dan ligamen di sekitar area tulang belakang bagian bawah. Ketegangan ini dapat menjadi sumber nyeri yang signifikan.

  • Dislokasi Struktural

Seiring berjalannya waktu, skoliosis dapat menyebabkan pergeseran struktural pada area tulang belakang bagian bawah. 

Keadaan tersebut dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh dan mengakibatkan tekanan berlebihan pada sendi dan tulang belakang bagian bawah, sehingga menyebabkan nyeri.

  • Tebalnya Diskus Intervertebral

Diskus intervertebral adalah jaringan yang berfungsi sebagai bantalan di antara vertebrae. Pada kasus skoliosis, diskus intervertebral di area tulang belakang yang terpengaruh dapat mengalami perubahan tebal yang mengakibatkan tekanan tambahan pada struktur saraf di sekitarnya.

  • Peradangan

Skoliosis juga dapat menyebabkan peradangan pada jaringan di sekitar tulang belakang. Peradangan ini dapat meningkatkan sensitivitas saraf dan menyebabkan nyeri punggung bagian bawah.

  • Gangguan Postur

Lengkungan tulang belakang pada skoliosis dapat mengubah postur tubuh, yang dapat mengakibatkan kompensasi postural dan tekanan tambahan pada punggung bagian bawah.

Namun, nyeri punggung yang berlebih merupakan suatu keadaan yang tidak lazim dialami penderita skoliosis. Oleh karena itu, adanya nyeri berlebih pada penderita skoliosis membutuhkan pemeriksaan yang lebih mendalam untuk mengetahui ada tidaknya penyakit penyerta pada tulang belakang, seperti tumor atau infeksi. 

8. Punggung Kaku

Punggung kaku pada skoliosis adalah hasil dari perubahan struktural pada tulang belakang. Punggung kaku dapat menyebabkan nyeri punggung, terutama saat berdiri atau duduk dalam posisi yang lama.

Salah satu penyebab punggung kaku pada penderita skoliosis yaitu ketegangan otot. Otot di sekitar area yang melengkung menjadi tidak seimbang karena perubahan struktural tulang belakang. Otot yang ditarik lebih kuat akan menghasilkan punggung yang kaku.

9. Tegang Otot

Otot-otot yang berada di sekitar tulang belakang memegang peran penting dalam menjaga postur yang sehat. Pada individu dengan skoliosis, terdapat ketidakseimbangan otot di sepanjang tulang belakang yang melengkung. 

Otot-otot di satu sisi kelengkungan cenderung menjadi lebih lemah, sementara otot-otot di sisi lainnya menjadi lebih tegang untuk mencoba mengkompensasi kelengkungan ini.

10. Posisi Kepala Tidak Tepat di Tengah Pundak

Posisi ideal kepala adalah ketika tengkorak, tulang leher, dan tulang belakang leher (vertebra serviks) berada dalam poros yang sejajar. Ini memungkinkan penyebaran beban tubuh secara merata ke seluruh tulang belakang. 

Namun, pada penderita skoliosis terjadi rotasi tulang belakang yang menyebabkan satu sisi tulang belakang lebih tinggi daripada sisi lain. Ini dapat memaksa kepala untuk miring atau berpindah dari poros yang sejajar dengan tubuh. Dalam pemeriksaan, dokter akan melakukan tes bandul (plumb line test) untuk mengetahui ada tidaknya keadaan tersebut.

Baca Juga: Inilah Penyebab Sakit Pinggang dan Cara Mengatasinya

Tangani Skoliosis bersama Persada Hospital

Skoliosis akan semakin parah dan menurunkan kualitas hidup penderitanya jika tidak ditangani sesegera mungkin. Pengobatan skoliosis tergantung pada tingkat keparahan kondisi tersebut, mulai dari observasi berkala pada skoliosis derajat ringan, penggunaan korset (brace) pada derajat sedang, hingga tindakan operatif pada derajat berat. Dampak yang ditimbulkan akan semakin parah bila tidak segera diobati.

Oleh karena itu, pemeriksaan perlu segera dilakukan oleh profesional agar mendapat penanganan yang tepat. Persada Hospital Malang menyediakan pelayanan Orthopedic Spine and Pain yang dapat mengobati dan merawat pasien skoliosis.

Pelayanan kesehatan dilakukan oleh dokter yang sudah berpengalaman dengan teknologi yang canggih. Didukung oleh tim yang sudah ahli, gejala skoliosis yang Anda alami dapat tertangani dengan tepat.

Kunjungi Orthopedic Spine and Pain untuk melakukan pengecekan lebih lanjut jika Anda mengalami gejala skoliosis seperti poin di atas. Cek jadwal dokter orthopedi Persada Hospital untuk melakukan kunjungan konsultasi di poli orthopedi. Pelajari juga berbagai informasi kesehatan terkini melalui laman artikel Persada Hospital.

Ditinjau oleh :
dr. Andhika Yudistira, Sp.OT (K) Spine
Spesialis Orthopedi
Share :
#SehatBarengPersada