Trigger Finger: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

trigger-finger

Trigger finger atau jari pelatuk adalah kondisi ketika jari sulit digerakkan dan terasa mengunci akibat gangguan pada tendon. Kondisi ini menyebabkan nyeri, keterbatasan gerak, dan mengganggu aktivitas sehari-hari seperti menulis atau menggenggam; berikut informasinya untuk membantu Anda memahami dan mengatasinya.

Gejala Umum Trigger Finger

Gejala trigger finger adalah tanda-tanda yang muncul ketika tendon jari mengalami gangguan, menyebabkan jari kaku, nyeri, dan sulit digerakkan. 

Gejala ini berkembang secara bertahap dan dapat memburuk seiring waktu jika tidak ditangani. Beberapa tanda yang umum dirasakan antara lain:

1. Jari Kaku Terutama di Pagi Hari

Rasa kaku sering muncul setelah jari tidak digunakan dalam waktu lama, misalnya saat bangun tidur atau setelah istirahat.

2. Rasa Nyeri atau Ketidaknyamanan Saat Menekuk Jari

Nyeri dapat muncul saat menggenggam, menekan, atau melakukan aktivitas repetitif pada tangan. Pada beberapa kasus, rasa sakit bisa menjalar ke telapak tangan.

3. Benjolan Kecil (nodul) di Telapak Tangan

Nodul ini adalah pembengkakan pada tendon yang membuat pergerakan jari terasa “terseret” atau tidak mulus.

4. Jari Terkunci dalam Posisi Menekuk dan Sulit Diluruskan

Pada fase lebih berat, jari dapat mengunci secara tiba-tiba dan membutuhkan usaha ekstra, bahkan bantuan tangan lain, untuk meluruskan kembali.

Penyebab Trigger Finger


Ada beberapa faktor yang menyebabkan trigger finger, atau rasa kaku pada jari. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Gerakan Berulang pada Jari

Aktivitas yang melibatkan menggenggam atau menekan berulang dapat memicu iritasi tendon.

2. Peradangan pada Selubung Tendon (Tenosynovitis)

Peradangan membatasi pergerakan tendon, menyebabkan jari “mengunci”.

3. Kondisi Medis Penyerta

Diabetes, rheumatoid arthritis, atau gout meningkatkan risiko apa penyebab trigger finger karena memicu peradangan kronis.

4. Cedera pada Tangan atau Jari

Trauma atau benturan dapat merusak tendon dan memicu pembengkakan.

Dampak Trigger Finger

Kondisi ini menyebabkan penurunan fungsi tangan, nyeri, dan kesulitan melakukan pekerjaan sehari-hari. Pada kasus berat, jari dapat menetap dalam posisi bengkok sehingga sangat membatasi gerakan.

Cara Mengatasi Trigger Finger

Penanganan trigger finger bertujuan meredakan nyeri, mengurangi peradangan, dan mengembalikan kelenturan gerakan jari. Anda bisa mengikuti cara berikut untuk mengatasi trigger finger:

1. Istirahatkan Jari dan Hindari Aktivitas Berulang

Mengurangi gerakan berulang membantu meringankan gejala.

2. Kompres Hangat

Membantu melancarkan sirkulasi dan mengurangi nyeri.

3. Obat Anti-Inflamasi

Obat NSAID dapat menurunkan peradangan.

4. Terapi Fisioterapi dan Splinting

Membantu mempertahankan posisi jari dan mengurangi tekanan pada tendon.

5. Tindakan Operasi (Jika Diperlukan)

Dilakukan jika terapi konservatif gagal. Operasi membuka selubung tendon agar tendon bergerak bebas.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi jika jari terasa terkunci, nyeri tidak kunjung hilang, atau keterbatasan gerakan mulai mengganggu aktivitas.

Penanganan Trigger Finger di Orthopaedic Center Persada Hospital

Orthopaedic Center di Persada Hospital menyediakan layanan lengkap untuk penanganan trigger finger, mulai dari diagnosis, fisioterapi, hingga tindakan operasi bila diperlukan. 

Ditangani oleh dokter spesialis ortopedi berpengalaman, pasien mendapatkan perawatan komprehensif dengan pendekatan aman, efektif, dan personal sesuai kondisi masing-masing.

Proses penanganan dimulai dengan pemeriksaan detail untuk menentukan diagnosis dan tingkat gangguan. Pasien kemudian akan mendapatkan terapi yang disesuaikan, baik berupa latihan rehabilitasi, penggunaan penyangga, pengobatan, maupun operasi jika kondisi membutuhkan intervensi lanjut.

Kunjungi Orthopaedic Center Persada Hospital untuk mendapatkan perawatan profesional, efektif, dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi - 081130588585
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Krisna Yuarno Phatama, Sp. OT, SubSp. PL(K)
Spesialis Orthopedi
Bagikan :
#SehatBarengPersada