Vaksin influenza sering dicari ketika kasus flu mulai banyak di rumah, kantor, atau sekolah. Namun, vaksin ini bukan obat untuk menyembuhkan flu yang sedang dialami. Fungsinya adalah membantu tubuh membentuk perlindungan terhadap influenza sebelum paparan terjadi.
Pada orang dewasa, vaksin influenza dapat menjadi bagian dari pencegahan tahunan, terutama bila memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Keputusan vaksinasi tetap perlu mempertimbangkan usia, kondisi kesehatan, riwayat alergi, dan penilaian tenaga kesehatan.
Menurut cdc.gov, influenza adalah infeksi virus pada saluran pernapasan yang dapat muncul mendadak. Rangkaian gejala flu dapat menyerupai selesma biasa, tetapi influenza lebih sering membuat kondisi tubuh terasa jauh lebih tidak enak.
Gejala flu yang sering muncul meliputi demam mendadak, batuk, sakit tenggorokan, pilek, nyeri otot, sakit kepala, dan rasa lemas.
Lansia, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis, serta orang dengan daya tahan tubuh melemah perlu lebih waspada terhadap komplikasi.
Demam tinggi menetap, sesak napas, nyeri dada, kebingungan, atau kondisi yang memburuk perlu segera diperiksa oleh tenaga kesehatan.
Vaksinasi tidak menggantikan kebiasaan lain, seperti mencuci tangan, menjaga etika batuk, dan beristirahat saat sakit. Namun, perlindungan ini memberi perlindungan spesifik yang berbeda dari upaya menjaga kebersihan sehari-hari.
Vaksin Influenza Perlu Diulang Setiap Tahun, Ini Alasannya
Vaksin influenza dirancang untuk membantu sistem kekebalan mengenali virus influenza yang diperkirakan beredar. Perlindungan yang terbentuk bukan berarti seseorang pasti tidak akan terkena influenza, tetapi vaksinasi dapat membantu menurunkan risiko sakit dan dampak yang lebih berat.
Virus influenza dapat berubah dari waktu ke waktu dan perlindungan vaksin dapat menurun. Karena itu, vaksin influenza umumnya diberikan setiap tahun. Pendekatan ini juga membantu menjaga daya tahan tubuh melalui respons kekebalan yang lebih siap menghadapi virus influenza musiman, sebagaimana dijelaskan oleh WHO.
Manfaat tersebut penting bagi orang yang tinggal serumah dengan kelompok rentan atau bekerja di lingkungan dengan kontak dekat. Menjaga daya tahan tubuh tetap penting, tetapi pola makan, tidur, dan aktivitas fisik tidak menggantikan perlindungan spesifik dari vaksin.
Tubuh memerlukan waktu untuk membentuk respons perlindungan setelah penyuntikan. Karena itu, perencanaan vaksinasi sebaiknya tidak menunggu hingga seseorang sudah jatuh sakit atau seluruh anggota keluarga mengalami keluhan pernapasan yang serupa.
Vaksinasi Influenza: Siapa yang Perlu Diprioritaskan?
Menurut WHO, tenaga kesehatan, lansia, ibu hamil, serta orang dengan kondisi medis kronis termasuk kelompok prioritas untuk vaksinasi influenza musiman. Vaksinasi Influenza juga dapat dipertimbangkan oleh orang sehat yang ingin menurunkan risiko influenza sesuai penilaian tenaga kesehatan.
Tenaga kesehatan, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis termasuk kelompok yang perlu mendiskusikan vaksinasi lebih dahulu.
Sampaikan kondisi kesehatan saat ini, riwayat reaksi alergi berat setelah vaksin, serta obat yang sedang digunakan sebelum Vaksinasi Influenza.
Nyeri atau kemerahan ringan di area suntikan, lelah, dan demam ringan dapat terjadi setelah vaksinasi; keluhan berat perlu segera ditangani.
Sebelum Vaksinasi Influenza, sampaikan kondisi kesehatan saat ini, riwayat reaksi alergi berat setelah vaksin, dan obat yang sedang digunakan. Tenaga kesehatan akan membantu memastikan apakah vaksinasi dapat dilakukan saat itu atau perlu dijadwalkan kembali.
Menurut cdc.gov, setelah vaksinasi sebagian orang dapat mengalami nyeri atau kemerahan ringan di area suntikan, lelah, atau demam ringan. Reaksi ini biasanya sementara. Segera cari pertolongan medis bila muncul gejala yang berat atau reaksi alergi setelah vaksinasi.
Orang yang sedang sakit dengan kondisi sedang hingga berat, atau pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap dosis vaksin sebelumnya, perlu membahas waktu dan jenis vaksin yang sesuai bersama tenaga kesehatan. Langkah ini membantu keputusan vaksinasi dibuat secara aman dan sesuai kondisi pribadi.
Siap Mendapatkan Vaksin? Konsultasi di Persada Hospital
Bila ingin merencanakan vaksinasi, kunjungi layanan Klinik Umum Persada Hospital untuk informasi layanan yang relevan. Untuk kunjungan non-darurat, gunakan pendaftaran online Persada Hospital atau cek jadwal dokter Persada Hospital sebelum datang. Bila muncul reaksi berat atau kondisi darurat, segera cari pertolongan medis darurat.
Persada Hospital
Email: info@persadahospital.co.id
Telepon: (0341) 299 6333
WhatsApp: 0811 3058 8585
Emergency: (0341) 299 6299
Alamat: Kompleks Araya Business Center, Jl. Raden Panji Suroso Kav. II-IV, Purwodadi, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126 Web: https://persadahospital.co.id/