Operasi bariatrik menjadi salah satu pilihan penanganan obesitas yang dapat membantu menurunkan berat badan secara lebih efektif pada kondisi tertentu.
Pasalnya, obesitas bukan hanya masalah berat badan berlebih, tetapi juga kondisi medis yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, gangguan tidur, hingga penyakit jantung.
Oleh karena itu, salah satu penanganan medis yang dapat dipertimbangkan adalah operasi bariatrik. Untuk memahami lebih lanjut mengenai prosedur, manfaat, hingga siapa saja yang dapat menjalaninya, simak penjelasan berikut.
Operasi bariatrik adalah prosedur medis yang dilakukan untuk membantu menurunkan berat badan dengan cara memodifikasi lambung dan usus guna mengobati obesitas dan penyakit terkait.
Tindakan ini bertujuan untuk membantu pasien mengurangi asupan makanan, menurunkan penyerapan kalori, atau kombinasi keduanya.
Operasi ini dilakukan dengan sayatan kecil menggunakan teknik bedah minimal invasif (bedah laparoskopi).
Kemajuan ini memungkinkan pasien untuk memiliki pengalaman keseluruhan yang lebih baik dengan rasa sakit yang lebih sedikit, komplikasi yang lebih sedikit, masa rawat inap yang lebih singkat, dan pemulihan yang lebih cepat.
Operasi ini sangat aman, dengan tingkat komplikasi yang lebih rendah.
Operasi bariatrik direkomendasikan bagi penderita obesitas dengan indeks massa tubuh (BMI) tinggi, terutama jika sudah disertai penyakit penyerta seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.
Operasi bariatrik tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang bagi penderita obesitas. Berikut manfaat diantaranya:
Salah satu manfaat operasi bariatrik yang paling utama adalah membantu penurunan berat badan secara signifikan. Dengan kapasitas lambung yang lebih kecil, pasien akan merasa kenyang lebih cepat sehingga asupan makanan menjadi lebih terkontrol.
Penurunan berat badan setelah operasi bariatrik dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah. Pada beberapa pasien, kondisi diabetes tipe 2 bahkan dapat membaik setelah menjalani prosedur ini.
Obesitas sering dikaitkan dengan gangguan tidur seperti sleep apnea. Setelah berat badan menurun, kualitas tidur pasien umumnya dapat membaik karena saluran pernapasan tidak lagi terlalu tertekan oleh penumpukan lemak.
Berat badan yang lebih terkontrol dapat membantu pasien bergerak lebih nyaman dan aktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Selain itu, banyak pasien juga merasa lebih percaya diri setelah berat badan menurun.
Operasi bariatrik dilakukan untuk mengatasi obesitas berat dengan cara memperbaiki sistem metabolisme tubuh. Tindakan ini menjadi pilihan medis jika perubahan gaya hidup, diet, dan olahraga tidak berhasil menurunkan berat badan.
Sebagai acuan, angka BMI (Indeks Massa Tubuh) normal adalah 18,5–22,9. Operasi bariatrik secara khusus diindikasikan bagi pasien dengan kriteria berikut:
> 35 (Obesitas Kelas 2 ke Atas) Pasien dengan BMI di atas 35 yang masuk dalam kategori obesitas kelas 2 atau obesitas ekstrem (kelas 3) merupakan kandidat utama, terutama jika kondisi obesitas tersebut sudah sangat membebani kesehatan tubuh.
> 32 Disertai Penyakit Penyerta (Komorbid) Tindakan ini juga ditujukan bagi penderita obesitas yang memiliki BMI di atas 32 namun sudah mengalami komplikasi atau penyakit penyerta akibat berat badan berlebih. Penyakit penyerta tersebut di antaranya adalah:
Diabetes Melitus
Hipertensi (Tekanan darah tinggi)
Hiperlipidemia (Kadar lemak/kolesterol dalam darah yang tinggi)
Obstructive Sleep Apnea / OSA (Gangguan tidur akibat jalan napas yang tersumbat)
> 30 dan Obesitas Sentral Pasien dengan BMI di atas 30 yang mengalami obesitas sentral (penumpukan lemak terpusat di area perut) dengan indikasi klinis minimal tertentu juga dapat dipertimbangkan untuk evaluasi operasi lebih lanjut oleh dokter.
Sebelum menjalani operasi bariatrik, pasien perlu memahami jenis prosedur, persiapan, hingga perubahan gaya hidup yang perlu dijalani setelah operasi.
Operasi bariatrik terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
Restrictive (pengecilan), membuat lambung lebih kecil sehingga makan lebih sedikit dan kenyang lebih cepat.
Malabsorptive (mengurangi penyerapan), merekonstruksi usus halus supaya makanan yang masuk tidak semuanya terserap dalam usus halus, sehingga kalori yang terserap ikut berkurang.
Mixed, yaitu perpaduan antara restrictive dan malabsorptive.
Di antara berbagai jenis operasi bariatrik, sleeve gastrectomy yakni salah satu metode restrictive, menjadi salah satu prosedur yang banyak dipilih di Persada Hospital.
Prosedur ini bekerja dengan mengecilkan ukuran lambung hingga sekitar 25% dari ukuran awal, sehingga membantu mengurangi asupan makanan.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa sleeve gastrectomy dapat memberikan rata-rata penurunan berat badan hingga 55,4% serta membantu sekitar 70% pasien mencapai remisi diabetes melitus tipe 2.
Pasien biasanya akan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, evaluasi kondisi tubuh, serta konsultasi dengan dokter bedah disgetive, Dr. dr. Muhammad S. Niam, M.Kes, FINACS, Sp. B., SubspBD (K), sebelum operasi dilakukan.
Seperti prosedur medis lainnya, operasi bariatrik juga memiliki risiko, seperti infeksi, perdarahan, gangguan pencernaan, hingga kekurangan nutrisi jika tidak diimbangi pola makan yang tepat.
Tapi Anda tidak perlu khawatir, itulah pentingnya melakukan konsultasi dokter sebelum tindakan.
Setelah operasi bariatrik pasien tetap perlu menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, dan menjalani kontrol berkala agar hasil penurunan berat badan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Penanganan obesitas membutuhkan penanganan medis dari tim dokter berpengalaman. Persada Hospital memiliki layanan Aesthetic Center dengan dukungan fasilitas medis yang memadai serta pendampingan pasien sebelum hingga sesudah tindakan.
Didukung oleh layanan bedah digestif dan tim medis profesional, pasien akan mendapatkan evaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh untuk menentukan prosedur yang paling sesuai, termasuk sleeve gastrectomy sebagai salah satu tindakan bariatrik yang banyak dipilih di Persada Hospital.
Jika Anda ingin mengetahui apakah operasi bariatrik merupakan pilihan yang tepat, konsultasikan kondisi Anda dengan Dr. dr. Muhammad S. Niam, M.Kes, FINACS, Sp. B., SubspBD (K) di Persada Hospital untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.