Intermittent fasting menjadi salah satu pola makan yang cukup populer dalam beberapa tahun terakhir. Metode ini dilakukan dengan mengatur waktu makan dan puasa dalam periode tertentu.
Banyak orang menerapkan intermittent fasting untuk membantu menjaga berat badan, mengatur pola makan, hingga mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Meski terlihat sederhana, intermittent fasting tetap perlu dijalani dengan cara yang tepat agar manfaatnya optimal dan kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.
Intermittent fasting adalah pola makan yang berfokus pada pengaturan waktu makan dan waktu puasa. Dalam metode ini, seseorang hanya makan pada jam tertentu dan berpuasa selama periode yang telah ditentukan.
Berbeda dengan diet pada umumnya yang lebih fokus membatasi jenis makanan, intermittent fasting lebih menekankan kapan waktu seseorang boleh makan.
Selama periode puasa, tubuh hanya diperbolehkan mengonsumsi minuman tanpa kalori seperti air putih atau teh tanpa gula. Penggunaan pemanis buatan dalam minuman/makanan juga sebaiknya dihindari selama berpuasa. minuman Ter, .
Ada beberapa pola intermittent fasting yang cukup umum dilakukan, antara lain:
Metode 16:8, yaitu puasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam.
Metode 14:10, yaitu puasa 14 jam dan makan selama 10 jam.
Metode 5:2, yaitu makan normal selama 5 hari dan tidak ada membatasi asupan kalori pada 2 hari tertentu.
Alternate Day Fasting, yaitu pola puasa yang dilakukan selang-seling setiap hari.
Pemilihan metode intermittent fasting sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan aktivitas sehari-hari.
Intermittent fasting bekerja dengan membantu tubuh mengatur penggunaan energi dan pola metabolisme.
Saat tubuh memasuki periode puasa, sistem pencernaan memiliki waktu istirahat karena tidak terus-menerus menerima asupan makanan.
Ketika asupan makanan berhenti selama beberapa jam, tubuh mulai menggunakan cadangan energi yang tersimpan dalam bentuk lemak.
Puasa dalam jangka waktu tertentu dapat membantu menurunkan kadar insulin sehingga tubuh lebih efektif menggunakan energi.
Dengan waktu makan yang lebih terbatas, beberapa orang menjadi lebih mudah mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi.
Jika dilakukan dengan benar, intermittent fasting dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.
Intermittent fasting dapat membantu mengurangi asupan kalori harian karena waktu makan menjadi lebih terbatas.
Selain itu, metode ini juga dapat mendorong tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, sehingga mendukung proses penurunan berat badan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa intermittent fasting dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kadar gula darah tetap stabil pada kondisi tertentu.
Karena itu, pola makan ini sering dikaitkan dengan upaya menjaga kesehatan metabolik, meskipun tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Penerapan intermittent fasting yang tepat dapat membantu mengontrol berbagai faktor risiko penyakit jantung, seperti berat badan berlebih, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol.
Manfaat ini umumnya diperoleh jika metode puasa diimbangi dengan pola makan bergizi dan gaya hidup sehat.
Dengan adanya jadwal makan yang jelas, intermittent fasting dapat membantu seseorang lebih disiplin dalam mengatur waktu makan sehari-hari.
Kebiasaan ini juga dapat mengurangi kecenderungan untuk makan berlebihan atau mengonsumsi camilan di luar waktu makan yang telah ditentukan.
Meski memiliki manfaat, intermittent fasting tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi tubuh dan pola makan yang sehat.
Saat menjalani intermittent fasting, tubuh tetap membutuhkan asupan nutrisi seimbang seperti protein, serat, vitamin, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks.
Beberapa rekomendasi makanan yang baik dikonsumsi saat intermittent fasting antara lain:
Sayur dan buah
Daging tanpa lemak dan ikan
Telur
Kacang-kacangan
Oatmeal dan biji-bijian utuh
Air putih yang cukup
Salah satu kesalahan intermittent fasting yang cukup sering terjadi adalah makan berlebihan setelah waktu puasa selesai. Kebiasaan ini justru dapat meningkatkan asupan kalori dan mengganggu tujuan penurunan berat badan.
Tidak semua orang cocok menjalani intermittent fasting. Ibu hamil, penderita gangguan makan, diabetes tertentu, atau orang dengan kondisi kesehatan khusus sebaiknya lebih berhati-hati.
Sebelum menjalani intermittent fasting, terutama dalam jangka panjang, konsultasi dengan dokter penting dilakukan agar pola makan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Selain itu, penting juga memahami hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat intermittent fasting. Selama puasa, disarankan tetap cukup minum, tidur yang cukup, dan menjaga aktivitas fisik ringan.
Sebaliknya, hindari konsumsi minuman tinggi gula, begadang, atau olahraga berlebihan saat tubuh belum beradaptasi.
Intermittent fasting tidak selalu cocok pada semua orang. ePengaturan pola makan dan berat badan sebaiknya dilakukan dengan pendampingan yang tepat agar manfaatnya lebih optimal dan sesuai kondisi tubuh masing-masing.
Persada Hospital menyediakan layanan aesthetic center untuk membantu pasien mendapatkan pola hidup sehat yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Anda dapat berkonsultasi dengan dr. Cicilia Asali, Sp.GK, FINEM untuk mendapatkan panduan penurunan berat badan yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing.