Operasi prostat laser kini menjadi pilihan modern bagi pria dengan keluhan berkemih akibat pembesaran prostat jinak (BPH). Prosedur ini membantu mengatasi aliran urin yang melemah dan meningkatkan kualitas hidup pasien tanpa waktu pemulihan panjang.
Jika kamu mengalami gejala BPH, konsultasi lebih awal dengan dokter urologi dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.
HoLEP (Holmium Laser Enucleation of the Prostate) adalah teknik pembedahan modern yang menggunakan laser holmium untuk memisahkan jaringan prostat yang membesar dari kapsul prostat secara presisi.
Prosedur ini memungkinkan dokter untuk mengangkat jaringan secara utuh dan bersih, sehingga risiko kekambuhan sangat rendah.
HoLEP juga cocok untuk pasien dengan ukuran prostat besar tanpa perlu operasi terbuka, menjadikannya pilihan ideal bagi banyak penderita BPH di berbagai usia.
Layanan Urology & Dialysis Center Persada Hospital sudah menggunakan teknologi Holmium Laser (HoLEP) terbaru untuk penanganan BPH yang aman, minim perdarahan, dan dengan pemulihan cepat.
Operasi prostat laser merupakan tindakan medis untuk mengangkat jaringan prostat yang membesar menggunakan energi laser.
Metode ini menjadi solusi bagi pasien yang mengalami gangguan aliran urin akibat pembesaran prostat, terutama jika obat-obatan sudah tidak lagi efektif.
Di antara berbagai jenis operasi laser prostat, HoLEP (Holmium Laser Enucleation of the Prostate) atau sering disebut operasi prostat HoLEP, dikenal sebagai “gold standard” dalam penanganan pembesaran prostat.
Prosedur ini mampu mengatasi berbagai ukuran prostat dengan hasil optimal, risiko minimal, serta pemulihan yang lebih cepat dibanding metode konvensional.

Prosedur HoLEP dilakukan dengan beberapa tahapan berikut:
Dibandingkan dengan TURP (Transurethral Resection of the Prostate), metode HoLEP (Holmium Laser Enucleation of the Prostate) memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya lebih unggul dalam hal keamanan dan efektivitas:
Pemulihan setelah operasi HoLEP berlangsung bertahap dan diawasi ketat oleh dokter. Berikut panduan umum yang perlu diketahui:
Hari 1–3:
Minggu 1–2:
Minggu 3–4:
Kontrol berkala:

Setelah operasi, beberapa efek sementara bisa terjadi dan umumnya tidak berbahaya, antara lain:
Namun, segera hubungi rumah sakit bila muncul gejala seperti:
Persada Hospital memiliki layanan Urology & Dialysis Center yang dilengkapi dengan teknologi Holmium Laser (HoLEP) terbaru untuk penanganan pembesaran prostat (BPH).
Prosedur ini tentunya dilakukan oleh dokter spesialis urologi berpengalaman dengan dukungan fasilitas modern, pemantauan ketat, serta pendekatan nyaman bagi pasien.
Jika Anda mengalami gejala aliran urin lemah atau sering BAK, segera konsultasikan kondisi prostatmu di Urology & Dialysis Center Persada Hospital.
Tidak. HoLEP adalah prosedur minimal invasif tanpa sayatan besar di perut. Risiko perdarahan dan komplikasi lebih rendah, serta waktu pemulihan lebih singkat dibanding operasi terbuka.
Biaya bervariasi tergantung ukuran prostat, kondisi pasien, dan fasilitas rumah sakit. Konsultasi dengan dokter urologi diperlukan untuk mendapatkan estimasi biaya yang akurat.
Durasi operasi berkisar 60–90 menit, tergantung ukuran prostat. Setelah itu pasien biasanya hanya perlu rawat inap 1–2 hari sebelum diperbolehkan pulang.
Fungsi ereksi tetap normal. Namun, beberapa pasien mungkin mengalami ejakulasi retrograd (sperma masuk ke kandung kemih), kondisi yang tidak berbahaya dan tidak memengaruhi gairah.