telephone persada hospital
whatsapp persada hospital
instagram persada hospital
youtube persada hospital
twitter persada hospital
tiktok persada hospital
facebook persada hospital
gmaps persada hospital

Varises: Gejala, Penyebab, Pengobatan

varises

Varises adalah salah satu kondisi yang kerap terjadi pada kaki dan sekilas mirip dengan urat menonjol namun berwarna biru atau ungu. Gejala yang dirasakan cukup beragam mulai dari nyeri hingga kram pada kaki. 

Itu sebabnya, cara penanganannya juga tergantung gejala dan tingkat keparahannya, apakah masih tingkat awal atau sudah telanjur parah. Simak penjelasan lengkap seputar varises mulai dari gejala, penyebab, tingkat keparahan, faktor risiko, dan cara pengobatannya. 

Apa itu Varises?

varises adalah penumpukan darah yang terjadi pada pembuluh vena sehingga terlihat membengkak dan berliku-liku. Jika dilihat secara sekilas akan tampak seperti urat biasa yang menonjol. 

Faktanya, kedua kondisi tersebut berbeda, baik dari segi penyebab, ciri-ciri, maupun cara penanganannya. Urat biasa yang menonjol umumnya tidak berbahaya, kerap muncul pada area tangan dan terjadi karena sering olahraga, pertambahan usia, dan diet rendah kalori. 

Sedangkan varises biasanya terjadi pada kaki karena obesitas, pengaruh hormon, terlalu lama berdiri, dan proses penuaan. 

Varises Dapat Tumbuh di Mana Saja?

Varises memang kerap menyerang area kaki, tungkai, atau betis. Meskipun demikian, beberapa bagian tubuh lainnya yang juga berpotensi terkena varises adalah tangan, testis, perut, anus (wasir), kerongkongan (varises esofagus), hati, dan panggul.  

Tingkat Keparahan Varises


Pada umumnya varises tidak membutuhkan jenis pengobatan tertentu. Namun, jika terlihat membengkak, terasa nyeri, dan sakit saat berjalan atau bahkan berkembang menjadi borok, maka sebaiknya segera atasi keluhan-keluhan tersebut dengan metode pengobatan yang tepat. 

Penyakit ini terbagi menjadi 6 kategori berdasarkan tingkat keparahannya. Keenam tingkat keparahan varises adalah sebagai berikut: 

  • C0: Varises tidak terlihat dan juga tidak teraba karena ukurannya kurang dari 3 mm.   
  • C1: Terjadi pelebaran pada vena kecil (Telangiectasia/Spider Veins). 
  • C2: Pelebaran pada pembuluh darah vena mencapai lebih dari atau sama dengan 3 mm. 
  • C3: Adanya edema (pembengkakan) yang terjadi pada pergelangan kaki akibat meningkatnya cairan di kulit serta jaringan subkutan. 
  • C4a: Munculnya perubahan warna kulit (pigmentasi) menjadi lebih gelap dan eczema (dermatitis eritematosa).
  • C4b: Warna kulit menjadi kehitaman dan jika diraba terasa keras. 
  • C5: Luka pada kaki terlihat mulai membaik. 
  • C6: Terjadi ulkus vena yang aktif dan basah pada kaki. 

Gejala atau Ciri-Ciri Varises

Secara umum, orang yang terkena varises kategori ringan kerap tidak menimbulkan gejala atau ciri ciri varises yang signifikan. Gejalanya baru mulai terasa jika pengidap terlalu lama berdiri, antara lain: 

  • Terasa nyeri dan pegal pada bagian betis setelah berdiri atau duduk terlalu lama. 
  • Gatal di sekitar pembuluh darah vena yang terkena varises. 
  • Vena terlihat bengkok, berliku-liku, dan menonjol serta berwarna biru atau ungu.  
  • Kram otot dan bengkak pada kaki atau area yang terkena varises. 
  • Timbul rasa terbakar dan berdenyut. 
  • Sirkulasi darah tidak lancar. 
  • Kaki sering terasa sakit, terutama malam hari. 
  • Kaki mudah kram, meski dalam kondisi santai. 
  • Pergelangan kaki membengkak. 

Sedangkan untuk kategori berat, gejala yang dirasakan oleh pengidap varises, di antaranya adalah borok pada kaki yang sulit sekali sembuh, terjadi pendarahan, hingga peradangan kronis pada pembuluh darah tungkai (tromboflebitis). 

Apa Saja Penyebabnya?

Ada banyak hal yang bisa memicu timbulnya varises, mulai dari faktor genetik hingga gaya hidup yang tidak sehat. Berikut beberapa penyebab varises yang perlu Anda ketahui. 

1. Genetik

Faktor pertama yang memiliki kontribusi tinggi terhadap pembentukan varises pada kaki adalah faktor keturunan (predisposisi genetik). Anda berpotensi terkena varises jika orang tua memiliki riwayat penyakit ini. 

2. Kehamilan

Wanita hamil juga berpotensi terserang varises karena seiring waktu, pertumbuhan rahim yang kian membesar secara tidak langsung akan menekan pembuluh darah pada area kaki. 

Hal inilah yang akhirnya memunculkan varises di kaki, anus, hingga vagina. Namun, kondisi tersebut umumnya akan membaik dalam tempo 3-12 bulan setelah melahirkan.  

3. Gaya Hidup Tidak Sehat

Beberapa kebiasaan atau gaya hidup tidak sehat yang memiliki kontribusi besar terhadap munculnya varises adalah sebagai berikut: 

  • Kurangnya aktivitas fisik atau malas bergerak, bisa juga karena duduk terlalu lama.
  • Merokok. 
  • Buruknya pola makan, terutama yang kerap mengonsumsi makanan tinggi garam. 

4. Cedera atau Penyakit

Orang yang mengalami cedera atau memiliki riwayat penyakit seperti kolesterol tinggi, diabetes, dan darah tinggi juga berpotensi terkena varises. 

Faktor Risiko yang Memperbesar Kemungkinan Terkena Varises

Dengan memahami perbedaan varises dan urat biasa Anda bisa mendapatkan gambaran tentang gejala dan penyebab terjadinya penyakit ini. Ada faktor lain yang memperbesar potensi varises selain keempat faktor yang telah disebutkan sebelumnya, antara lain: 

  • Wanita pada umumnya lebih rentan terkena varises dibandingkan pria.
  • Seiring bertambahnya usia membuat fungsi katup dan pembuluh darah menjadi kian melemah. 
  • Perubahan hormon sebelum menstruasi dan menopause.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas. 
  • Kerap melakukan kebiasaan yang tidak baik seperti terlalu banyak berdiri, memiliki kebiasaan memangku kaki, kerap menggunakan sepatu hak tinggi.

Bagaimana Diagnosis Varises?

Setelah memahami apa itu varises, penyebab, gejala, dan faktor risikonya, Anda juga harus mengetahui metode diagnosis yang dilakukan oleh dokter. Metode diagnosis tersebut terdiri dari pemeriksaan awal dan penggunaan teknologi penunjang.  

Pada tahap awal diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang prosesnya, meliputi: 

1. Observasi Langsung

Pada tahap ini, biasanya pasien disuruh berdiri atau menggerakkan kaki agar dokter bisa melakukan pengamatan pada area tubuh yang terkena varises untuk melihat pembuluh vena sekaligus perubahan warna kulit.

2. Palpasi

Dokter akan menekan area yang terkena dengan lembut untuk menilai kesehatan pembuluh darah vena secara umum, apakah ada sensasi nyeri atau terjadi pembengkakan. 

3. Riwayat Gejala

Pada tahap ini, dokter akan meminta pasien menjelaskan semua gejala yang dialami. 

Sedangkan untuk metode yang menggunakan teknologi penunjang untuk mencari mendiagnosis varises adalah dengan memanfaatkan teknologi modern, di antaranya: 

  • Doppler Ultrasound, metode diagnosis dengan menggunakan gelombang suara
  • Venografi, metode diagnosis dengan menggunakan MRI atau sinar-X untuk memvisualisasikan pembuluh darah vena dalam tubuh. 

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Penyakit yang satu ini tidak bisa dianggap sepele karena jika terjadi selama bertahun-tahun dan tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan komplikasi, diantaranya adalah tromboflebitis, koreng dan tukak atau luka yang terbuka. 

Selain itu, kulit kaki akan terlihat menghitam, terjadi, infeksi, DVT, pembuluh darah pada kaki menjadi lebar dan berkelok-kelok, serta emboli paru yang bisa menyebabkan kematian. 

Kapan Harus ke Dokter?

Varises umumnya tidak berbahaya, tetapi jika mulai terasa nyeri, bengkak, atau menimbulkan rasa berat di kaki, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Tanda-tanda ini bisa menunjukkan adanya gangguan pada aliran darah di pembuluh vena.

Perhatikan juga jika kulit di sekitar varises tampak kemerahan, menggelap, atau muncul luka yang sulit sembuh. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya peradangan atau sirkulasi darah yang kurang baik. Penanganan dini membantu mencegah komplikasi lebih lanjut.

Datang ke dokter bukan berarti langsung harus operasi. Banyak pilihan perawatan ringan yang bisa membantu, seperti terapi kompresi, perubahan gaya hidup, atau perawatan non-bedah. Dengan pemeriksaan tepat, Anda bisa merasa lebih tenang dan nyaman.

Bagaimana Cara Menyembuhkan Varises?

Dari hasil diagnosa yang telah dilakukan, barulah dokter bisa menentukan cara menyembuhkan yang tepat untuk pasien. Berikut beberapa alternatif pengobatan untuk varises.

1. Penanganan Non Bedah

Beberapa opsi mengatasi varises dengan penanganan yang non bedah diantaranya adalah pemakaian stoking khusus, olahraga ringan seperti berenang, dan berjalan, serta konsumsi obat. 

2. Penanganan Bedah 

Untuk penanganan varises dengan prosedur bedah bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama prosedur bedah minimal-invasif seperti skleroterapi, ablasi frekuensi radio, dan endovenous laser treatment (EVLT). Kedua, dengan metode operasi konvensional seperti Ligasi dan Vein Stripping. 

Konsultasi Masalah Varises Anda di Glue Varises Persada Hospital

Jika Anda mulai merasa terganggu dengan tampilan atau keluhan akibat varises, Glue Varises Persada Hospital siap membantu. Tim medis berpengalaman kami akan menilai kondisi Anda dengan pendekatan yang aman dan personal.

Kami menyediakan layanan lengkap mulai dari pemeriksaan awal hingga tindakan minimal invasif yang nyaman dan cepat pulih.

Dengan teknologi modern dan tenaga ahli berpengalaman, Glue Varises Persada Hospital berkomitmen membantu Anda mendapatkan kaki yang sehat dan bebas dari rasa tidak nyaman akibat varises. Jangan ragu untuk memulai konsultasi hari ini.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa perbedaan antara varises dan spider veins?

Varises adalah pembuluh darah yang membesar dan menonjol di bawah kulit, biasanya berwarna kebiruan dan terasa menonjol. Spider veins lebih kecil, tampak seperti garis halus berwarna merah atau ungu, dan biasanya tidak menimbulkan nyeri.

2. Bisakah varises menyebabkan komplikasi serius?

Ya, dalam beberapa kasus varises dapat menyebabkan pembengkakan, luka sulit sembuh, atau peradangan pada pembuluh darah. Namun, dengan pemeriksaan dan perawatan rutin, risiko komplikasi bisa dicegah dengan baik.

3. Apa saja opsi perawatan non-bedah yang efektif untuk varises ringan?

Untuk varises ringan, dokter biasanya menyarankan penggunaan stoking kompresi, olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, serta menghindari berdiri atau duduk terlalu lama. Semua langkah ini membantu melancarkan aliran darah dan meringankan gejala.


Informasi Lebih Lanjut Hubungi - 081130588585
Ditinjau oleh :
dr. Koernia Kusuma Wardhana,Sp.BTKV (K)-VE, FICS
Spesialis BTKV (Bedah Thorax Kardiovaskuler)
Bagikan :
#SehatBarengPersada