PELD: Operasi Saraf Kejepit Minimal Invasif Persada Hospital

peld

PELD (Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy) merupakan prosedur minimal invasif untuk mengatasi saraf kejepit di tulang belakang. Teknik ini makin populer karena mampu meredakan nyeri tanpa operasi besar.

Di Persada Hospital, PELD dilakukan oleh tim medis berpengalaman dengan teknologi modern, untuk memastikan pasien mendapatkan hasil yang optimal dan aman.

Bagaimana Prosedur PELD Dilakukan?

Prosedur PELD dilakukan dengan teknik yang presisi dan aman menggunakan bantuan kamera endoskopik.

1. Sayatan Kecil (±8–10 mm)

Dokter membuat sayatan kecil di area punggung bawah untuk memasukkan endoskop. Ukurannya yang minimal membantu mengurangi risiko perdarahan dan mempercepat penyembuhan.

2. Endoskop dan Kamera untuk Visualisasi Jelas

Kamera endoskopik menampilkan gambar langsung ke monitor, memungkinkan dokter mengidentifikasi lokasi saraf terjepit dan jaringan cakram yang menekan.

3. Pengangkatan Fragmen Diskus

Jaringan cakram yang menekan saraf diangkat secara hati-hati menggunakan alat mikro. Tujuannya agar tekanan pada saraf berkurang tanpa merusak struktur tulang di sekitarnya.

4. Lama Tindakan dan Anestesi

Prosedur berlangsung sekitar 45–90 menit, tergantung tingkat keparahan. Umumnya dilakukan dengan anestesi lokal atau spinal, dan pasien dapat pulang lebih cepat setelah observasi.

Keunggulan PELD Dibanding Operasi Terbuka


Sebelum memutuskan metode operasi tulang belakang, penting memahami keunggulan PELD dibanding operasi terbuka. Berikut diantaranya

1. Minim Sayatan dan Trauma Jaringan

PELD dilakukan dengan sayatan kecil, sehingga nyeri pascaoperasi jauh lebih ringan dibanding operasi terbuka. Karena jaringan otot, ligamen, dan struktur pendukung tulang belakang tetap terjaga, trauma pada area sekitar tulang belakang minimal, mengurangi risiko perdarahan dan pembengkakan.

2. Pemulihan Cepat (One-Day Care)

Karena invasivitas rendah, pasien bisa mulai bergerak lebih cepat. Banyak yang sudah dapat berjalan beberapa jam setelah tindakan, dan sebagian pasien bahkan bisa pulang pada hari yang sama. Pemulihan yang cepat ini memungkinkan pasien kembali ke aktivitas normal lebih cepat tanpa harus menunggu lama di rumah sakit.

3. Preservasi Struktur Anatomi

PELD menjaga integritas otot, ligamen, dan jaringan penyangga tulang belakang. Hal ini tidak hanya mengurangi nyeri pascaoperasi, tetapi juga membantu mempertahankan fungsi biomekanik tubuh, sehingga risiko gangguan postur atau cedera sekunder berkurang.

4. Risiko Komplikasi Lebih Rendah dan Hasil Estetika Lebih Baik

Karena prosedurnya minimal invasif, risiko infeksi, perdarahan, dan kerusakan jaringan penting lebih kecil dibanding operasi terbuka. Selain itu, bekas sayatan yang kecil membuat hasil estetika lebih baik, hampir tidak terlihat, sehingga pasien tidak hanya mendapatkan manfaat medis tetapi juga nilai estetika tambahan.

Siapa yang Tepat Ditangani dengan PELD Surgery?

PELD direkomendasikan untuk pasien dengan kondisi berikut:

  1. Hernia nukleus pulposus (HNP) lumbal simptomatik, disertai nyeri menjalar, baal, atau kelemahan tungkai.
  2. Gagal terapi konservatif, seperti obat, fisioterapi, dan injeksi saraf setelah jangka waktu tertentu.

Kenapa PELD di Persada Hospital?

Persada Hospital memiliki layanan Orthopaedic Center bagi pasien dengan keluhan saraf tulang belakang terjepit yang memerlukan tindakan minimal invasif. Prosedur ini dilakukan oleh tim Orthopaedic Spine berpengalaman.

Melalui layanan rehabilitasi terpadu, pasien akan dibimbing hingga kembali beraktivitas tanpa nyeri. Konsultasikan keluhan saraf terjepit Anda di Orthopaedic Center Persada Hospital untuk penanganan yang aman, efektif, dan menyeluruh.

FAQ

1. Apakah semua saraf terjepit harus dioperasi dengan PELD?

Tidak. Banyak kasus membaik dengan terapi konservatif seperti fisioterapi, obat antiinflamasi, atau injeksi saraf sebelum tindakan operasi dipertimbangkan.

2. Berapa lama waktu rawat dan pemulihan?

Pasien biasanya hanya dirawat 1 hari (one-day care) dan dapat memulai aktivitas ringan dalam 1–2 minggu, tergantung kondisi individu dan kepatuhan program rehabilitasi.

3. Apakah bisa kambuh?

Kemungkinan ada, terutama jika faktor penyebab awal tidak diatasi. Latihan punggung dan penguatan otot penting untuk mencegah kekambuhan.

4. Apa bedanya PELD, BESS, dan MISS?

Ketiganya minimal invasif, namun PELD menggunakan akses perkutaneus endoskopik langsung ke cakram target, berbeda dengan BESS atau prosedur MISS lainnya.

5. Kapan harus ke IGD?

Segera ke IGD jika nyeri hebat tidak tertahankan, kelemahan progresif pada tungkai, atau ada gangguan buang air kecil/besar.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi - 081130588585
Ditinjau oleh :
dr. Andhika Yudistira, Sp. OT, SubSp. OTB(K)
Spesialis Orthopedi
Bagikan :
#SehatBarengPersada