PELD (Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy) merupakan prosedur minimal invasif untuk mengatasi saraf kejepit di tulang belakang. Teknik ini makin populer karena mampu meredakan nyeri tanpa operasi besar.
Di Persada Hospital, PELD dilakukan oleh tim medis berpengalaman dengan teknologi modern, untuk memastikan pasien mendapatkan hasil yang optimal dan aman.
Prosedur PELD dilakukan dengan teknik yang presisi dan aman menggunakan bantuan kamera endoskopik.
Dokter membuat sayatan kecil di area punggung bawah untuk memasukkan endoskop. Ukurannya yang minimal membantu mengurangi risiko perdarahan dan mempercepat penyembuhan.
Kamera endoskopik menampilkan gambar langsung ke monitor, memungkinkan dokter mengidentifikasi lokasi saraf terjepit dan jaringan cakram yang menekan.
Jaringan cakram yang menekan saraf diangkat secara hati-hati menggunakan alat mikro. Tujuannya agar tekanan pada saraf berkurang tanpa merusak struktur tulang di sekitarnya.
Prosedur berlangsung sekitar 45–90 menit, tergantung tingkat keparahan. Umumnya dilakukan dengan anestesi lokal atau spinal, dan pasien dapat pulang lebih cepat setelah observasi.

Sebelum memutuskan metode operasi tulang belakang, penting memahami keunggulan PELD dibanding operasi terbuka. Berikut diantaranya
PELD dilakukan dengan sayatan kecil, sehingga nyeri pascaoperasi jauh lebih ringan dibanding operasi terbuka. Karena jaringan otot, ligamen, dan struktur pendukung tulang belakang tetap terjaga, trauma pada area sekitar tulang belakang minimal, mengurangi risiko perdarahan dan pembengkakan.
Karena invasivitas rendah, pasien bisa mulai bergerak lebih cepat. Banyak yang sudah dapat berjalan beberapa jam setelah tindakan, dan sebagian pasien bahkan bisa pulang pada hari yang sama. Pemulihan yang cepat ini memungkinkan pasien kembali ke aktivitas normal lebih cepat tanpa harus menunggu lama di rumah sakit.
PELD menjaga integritas otot, ligamen, dan jaringan penyangga tulang belakang. Hal ini tidak hanya mengurangi nyeri pascaoperasi, tetapi juga membantu mempertahankan fungsi biomekanik tubuh, sehingga risiko gangguan postur atau cedera sekunder berkurang.
Karena prosedurnya minimal invasif, risiko infeksi, perdarahan, dan kerusakan jaringan penting lebih kecil dibanding operasi terbuka. Selain itu, bekas sayatan yang kecil membuat hasil estetika lebih baik, hampir tidak terlihat, sehingga pasien tidak hanya mendapatkan manfaat medis tetapi juga nilai estetika tambahan.
PELD direkomendasikan untuk pasien dengan kondisi berikut:
Persada Hospital memiliki layanan Orthopaedic Center bagi pasien dengan keluhan saraf tulang belakang terjepit yang memerlukan tindakan minimal invasif. Prosedur ini dilakukan oleh tim Orthopaedic Spine berpengalaman.
Melalui layanan rehabilitasi terpadu, pasien akan dibimbing hingga kembali beraktivitas tanpa nyeri. Konsultasikan keluhan saraf terjepit Anda di Orthopaedic Center Persada Hospital untuk penanganan yang aman, efektif, dan menyeluruh.
Tidak. Banyak kasus membaik dengan terapi konservatif seperti fisioterapi, obat antiinflamasi, atau injeksi saraf sebelum tindakan operasi dipertimbangkan.
Pasien biasanya hanya dirawat 1 hari (one-day care) dan dapat memulai aktivitas ringan dalam 1–2 minggu, tergantung kondisi individu dan kepatuhan program rehabilitasi.
Kemungkinan ada, terutama jika faktor penyebab awal tidak diatasi. Latihan punggung dan penguatan otot penting untuk mencegah kekambuhan.
Ketiganya minimal invasif, namun PELD menggunakan akses perkutaneus endoskopik langsung ke cakram target, berbeda dengan BESS atau prosedur MISS lainnya.
Segera ke IGD jika nyeri hebat tidak tertahankan, kelemahan progresif pada tungkai, atau ada gangguan buang air kecil/besar.