Tidak sedikit orang baru menyadari adanya masalah pada gigi bungsu ketika rasa nyeri mulai muncul saat makan atau membuka mulut. Padahal, keluhan tersebut sering kali merupakan tanda bahwa gigi bungsu tidak tumbuh sebagaimana mestinya.
Kondisi ini dikenal sebagai impaksi gigi bungsu, yaitu ketika gigi terakhir gagal tumbuh sempurna karena terhalang gusi, tulang rahang, atau gigi di depannya.
Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, impaksi juga dapat memicu infeksi hingga merusak gigi di sekitarnya apabila tidak segera ditangani.
Berbeda dengan gigi permanen lainnya, gigi bungsu tumbuh paling akhir, biasanya saat usia memasuki akhir remaja hingga dewasa muda.
Pada saat itu, ruang di dalam rahang sering kali sudah tidak mencukupi sehingga jalur pertumbuhan gigi menjadi terhambat.
Akibatnya, gigi dapat tumbuh miring, berhenti di bawah gusi, atau hanya muncul sebagian permukaan giginya.
Faktor keturunan, ukuran rahang yang lebih kecil, maupun posisi benih gigi yang kurang ideal juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya impaksi.
Gejala impaksi gigi bungsu dapat berbeda pada setiap orang. Namun, beberapa keluhan berikut merupakan tanda yang paling sering muncul.
Nyeri biasanya muncul di area geraham paling belakang dan dapat menjalar hingga telinga atau pelipis. Rasa sakit umumnya semakin terasa saat mengunyah makanan atau ketika rahang digunakan terlalu lama.
Gusi yang menutupi sebagian gigi bungsu menjadi tempat yang mudah terselip sisa makanan. Kondisi ini memicu pertumbuhan bakteri sehingga gusi tampak membengkak, memerah, dan terasa nyeri saat disentuh.
Peradangan di sekitar gigi bungsu dapat memengaruhi otot rahang sehingga gerakan membuka mulut menjadi terbatas.
Tidak jarang penderita juga merasakan nyeri ketika berbicara atau mengunyah.
Meski sudah rutin menyikat gigi, bau mulut tetap dapat muncul karena area di sekitar gigi impaksi sulit dibersihkan secara optimal.
Penumpukan plak dan bakteri menjadi penyebab utama keluhan ini.
Posisi gigi bungsu yang tumbuh menyamping dapat memberikan tekanan terus-menerus pada gigi geraham di depannya.
Bila dibiarkan, kondisi ini berisiko menyebabkan kerusakan akar, gigi berlubang, hingga perubahan susunan gigi.
Jawabannya tidak selalu.
Apabila gigi bungsu tumbuh lurus, memiliki ruang yang cukup, serta mudah dibersihkan tanpa menimbulkan keluhan, dokter biasanya hanya menyarankan pemantauan secara berkala.
Sebaliknya, pencabutan akan dipertimbangkan apabila posisi gigi berpotensi menimbulkan infeksi, merusak jaringan di sekitarnya, atau mengganggu fungsi mengunyah.
Operasi tidak dilakukan pada semua kasus. Namun, tindakan ini sering direkomendasikan apabila manfaatnya lebih besar dibandingkan mempertahankan gigi yang mengalami impaksi.
Infeksi yang terus kambuh menandakan area di sekitar gigi sulit dijaga kebersihannya. Tanpa penanganan yang tepat, infeksi dapat menyebar ke jaringan lain di rongga mulut.
Tekanan dari gigi impaksi dapat mempercepat kerusakan pada geraham kedua, baik berupa lubang maupun kerusakan akar. Operasi bertujuan mencegah kerusakan menjadi lebih luas.
Dalam beberapa kondisi, kantung yang mengelilingi gigi impaksi dapat berkembang menjadi kista.
Walaupun jarang terjadi, komplikasi ini memerlukan penanganan lebih lanjut agar tidak merusak tulang rahang.
Nyeri yang terus muncul, sulit makan, atau gangguan saat berbicara merupakan alasan yang cukup kuat untuk mempertimbangkan tindakan operasi gigi bungsu.
Sebelum tindakan dilakukan, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk foto panoramik atau CBCT bila diperlukan, untuk mengetahui posisi gigi dan tingkat kesulitan operasi.
Setelah pencabutan, pasien dianjurkan menggigit kasa sesuai petunjuk dokter, menghindari makanan keras dan panas selama beberapa hari, tidak berkumur terlalu kuat, serta menjaga kebersihan mulut agar proses penyembuhan berlangsung optimal.
Kontrol sesuai jadwal juga penting untuk memastikan luka pascaoperasi pulih dengan baik.
Keluhan pada gigi bungsu tidak selalu membutuhkan tindakan operasi, tetapi pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui kondisi gigi sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.
Apabila Anda mengalami impaksi gigi bungsu atau merasakan ciri ciri gigi bungsu impaksi seperti nyeri berkepanjangan, gusi bengkak, atau sulit membuka mulut, segera konsultasikan dengan Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut Persada Hospital.