Jerawat yang meradang tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga sering menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman.
Banyak orang mencoba berbagai cara untuk menghilangkan jerawat, mulai dari mengganti skincare hingga memencet jerawat, padahal langkah tersebut justru dapat memperparah peradangan.
Agar penanganannya sesuai, penting untuk memahami penyebab, gejala, cara mengatasi, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah jerawat batu muncul kembali.
Jerawat nodul merupakan salah satu jenis jerawat inflamasi yang terbentuk jauh di dalam kulit. Kondisi ini biasanya terasa keras, nyeri saat disentuh, dan berisiko meninggalkan bekas apabila tidak ditangani dengan tepat.
Jerawat memiliki beberapa jenis dengan karakteristik yang berbeda, antara lain:
Komedo putih (whitehead), yaitu pori-pori yang tersumbat dan tertutup.
Komedo hitam (blackhead), yaitu pori-pori terbuka yang mengalami oksidasi.
Papula, berupa benjolan kecil berwarna kemerahan.
Pustula, yaitu jerawat yang berisi nanah.
Nodul, berupa benjolan besar, keras, dan terasa nyeri di bawah kulit.
Kista jerawat, yaitu jerawat yang berisi nanah di lapisan kulit lebih dalam dan sering meninggalkan bekas.
Semakin dalam peradangan terjadi, semakin besar pula risiko terbentuknya jaringan parut atau bopeng.
Jerawat nodul memiliki beberapa ciri khas, seperti:
Benjolan besar dan keras di bawah kulit.
Terasa nyeri saat disentuh.
Tidak memiliki "mata" atau puncak berisi nanah yang terlihat.
Sulit hilang dengan perawatan jerawat biasa.
Berpotensi meninggalkan bopeng apabila sering dipencet atau tidak ditangani dengan tepat.
Jerawat nodul muncul akibat kombinasi beberapa faktor yang menyebabkan peradangan terjadi lebih dalam pada kulit.
Bakteri Cutibacterium acnes (dulu dikenal sebagai Propionibacterium acnes) merupakan bakteri yang secara alami hidup di kulit. Ketika pori-pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati, bakteri dapat berkembang biak sehingga memicu peradangan yang lebih berat.
Perubahan hormon, terutama saat masa pubertas, menstruasi, kehamilan, atau stres, dapat meningkatkan produksi minyak (sebum). Sebum yang berlebihan membuat pori-pori lebih mudah tersumbat dan meningkatkan risiko munculnya jerawat meradang.
Tidak semua jerawat memerlukan tindakan medis. Namun, apabila jerawat semakin besar, nyeri, atau sering kambuh, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kulit.
Segera periksakan diri apabila:
Jerawat terasa sangat nyeri.
Ukuran jerawat besar dan berada di bawah kulit.
Jerawat tidak membaik setelah menggunakan perawatan rutin.
Jerawat muncul berulang dalam jumlah banyak.
Mulai mengganggu aktivitas atau menurunkan rasa percaya diri.
Peradangan yang berlangsung lama dapat merusak jaringan kulit sehingga meningkatkan risiko terbentuknya bekas jerawat, baik berupa flek hitam (post-inflammatory hyperpigmentation) maupun bopeng (acne scar).
Karena berada jauh di bawah permukaan kulit, jerawat nodul sebaiknya ditangani oleh dokter agar peradangannya dapat dikontrol dengan aman.
Memencet jerawat nodul tidak akan mengeluarkan seluruh isi peradangan. Sebaliknya, tindakan ini dapat menyebabkan:
Peradangan semakin parah.
Infeksi bertambah luas.
Bekas kehitaman.
Bopeng permanen.
Proses penyembuhan menjadi lebih lama.
Salah satu tindakan medis yang sering dilakukan untuk jerawat nodul adalah injeksi acne atau suntik jerawat. Dokter akan menyuntikkan obat antiinflamasi langsung ke area jerawat sehingga peradangan dapat berkurang lebih cepat.
Tindakan ini umumnya membantu mengurangi nyeri, mengecilkan benjolan dalam beberapa hari, serta menurunkan risiko terbentuknya bekas jerawat apabila dilakukan sesuai indikasi medis.
Meskipun tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu menurunkan risiko munculnya jerawat nodul.
Membersihkan wajah secara menyeluruh, terutama setelah menggunakan makeup atau sunscreen, membantu mengangkat sisa kotoran, minyak, dan produk kosmetik yang dapat menyumbat pori-pori.
Pilih produk skincare dan kosmetik yang berlabel non-comedogenic agar tidak mudah menyumbat pori-pori. Selain itu, gunakan produk sesuai jenis kulit dan hindari terlalu sering mengganti skincare tanpa rekomendasi dokter.
Jerawat nodul memerlukan penanganan yang tepat agar peradangannya dapat dikendalikan sekaligus mengurangi risiko terbentuknya bopeng dan bekas jerawat.
Daripada terus mencoba berbagai produk skincare tanpa hasil yang jelas, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu Anda mendapatkan terapi yang sesuai dengan kondisi kulit.
Di Aesthetic Center Persada Hospital, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter berpengalaman untuk menentukan penanganan yang tepat, termasuk tindakan Injeksi Acne (Suntik Jerawat) apabila diperlukan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan Persada Hospital, segera jadwalkan konsultasi dan buat janji temu sesuai kebutuhan Anda.
Tindakan suntik jerawat biasanya hanya menimbulkan rasa tidak nyaman atau sedikit nyeri selama beberapa detik. Prosedurnya berlangsung singkat dan umumnya dapat ditoleransi oleh sebagian besar pasien.
Hasil setiap orang dapat berbeda. Namun, pada banyak kasus, jerawat mulai mengecil dalam waktu 24–72 jam, tergantung tingkat peradangan dan kondisi kulit masing-masing.
Ya, suntik jerawat umumnya aman apabila dilakukan oleh dokter yang berkompeten dan sesuai indikasi medis. Sebelum tindakan, dokter akan mengevaluasi kondisi kulit untuk menentukan apakah injeksi acne merupakan pilihan yang tepat.