telephone persada hospital
whatsapp persada hospital
instagram persada hospital
youtube persada hospital
twitter persada hospital
tiktok persada hospital
facebook persada hospital
gmaps persada hospital

Nyeri Punggung Setelah Maraton? Ini Penyebab dan Solusinya

Nyeri Punggung Setelah Maraton? Ini Penyebab dan Solusinya

Menyelesaikan maraton merupakan pencapaian yang membanggakan bagi setiap pelari. Namun, setelah melewati puluhan kilometer, tidak sedikit pelari yang mengalami berbagai keluhan, salah satunya adalah nyeri punggung.

Kondisi ini dapat muncul akibat beban berulang selama berlari maupun kelelahan otot yang menopang tulang belakang.

Pada sebagian kasus, nyeri punggung akan membaik setelah tubuh beristirahat. Namun, apabila keluhan berlangsung lama atau disertai gejala lain, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian agar tidak mengganggu aktivitas maupun latihan berikutnya.

Mengapa Nyeri Punggung Bisa Terjadi Setelah Maraton?

Berlari dalam jarak jauh memberikan tekanan yang besar pada otot, sendi, dan tulang belakang. Beberapa faktor berikut dapat menyebabkan nyeri punggung setelah maraton.

1. Beban Berulang pada Otot dan Sendi Selama Berlari

Setiap langkah saat berlari memberikan tekanan pada tulang belakang dan jaringan di sekitarnya. Ketika dilakukan dalam waktu lama, tekanan berulang ini dapat memicu ketegangan otot dan rasa nyeri pada punggung.

2. Kelelahan Otot Inti (Core) dan Punggung

Otot inti (core) berfungsi menjaga stabilitas tubuh selama berlari. Ketika otot ini mulai lelah, beban kerja akan lebih banyak ditopang oleh otot punggung sehingga meningkatkan risiko nyeri.

3. Faktor Postur Badan

Postur tubuh yang kurang baik, seperti tubuh terlalu membungkuk atau posisi panggul yang tidak stabil saat berlari, dapat memberikan tekanan berlebih pada punggung bawah.

4. Teknik Lari yang Kurang Tepat

Teknik lari yang kurang efisien, seperti langkah yang terlalu panjang (overstriding) atau posisi tubuh yang kurang seimbang, dapat meningkatkan beban pada tulang belakang dan memicu nyeri setelah maraton.

Gejala Nyeri Punggung yang Perlu Diwaspadai

Nyeri punggung setelah maraton dapat muncul dengan tingkat keparahan yang berbeda. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Nyeri pada Punggung Bawah

Keluhan paling umum berupa rasa pegal, kaku, atau nyeri pada area punggung bawah yang muncul setelah berlari atau saat bergerak.

2. Nyeri yang Menjalar ke Kaki

Apabila nyeri menjalar dari punggung hingga bokong atau tungkai, kondisi ini dapat mengindikasikan adanya iritasi pada saraf dan sebaiknya diperiksakan lebih lanjut.

3. Kesemutan atau Mati Rasa

Rasa kesemutan maupun mati rasa pada kaki bukan merupakan keluhan yang normal setelah olahraga dan memerlukan evaluasi medis.

4. Kelemahan Otot pada Kaki

Jika kaki terasa lemah atau sulit digerakkan setelah muncul nyeri punggung, segera lakukan pemeriksaan karena kondisi ini dapat menandakan gangguan pada saraf.

Cara Mengatasi Nyeri Punggung

Penanganan yang tepat dapat membantu mempercepat pemulihan dan mencegah keluhan menjadi lebih berat.

1. Istirahat dan Pemulihan yang Cukup

Berikan waktu bagi tubuh untuk pulih dengan mengurangi aktivitas berat selama beberapa hari. Hindari memaksakan diri untuk kembali berlari apabila nyeri masih terasa.

2. Peregangan

Lakukan peregangan ringan pada otot punggung, pinggul, dan hamstring setelah nyeri mulai berkurang. Peregangan membantu mengurangi ketegangan otot sekaligus meningkatkan fleksibilitas.

3. Terapi Bila Diperlukan

Apabila nyeri tidak kunjung membaik atau sering kambuh, dokter dapat merekomendasikan fisioterapi, terapi latihan, atau penanganan lain sesuai penyebab nyeri.

Tips Mencegah Nyeri Punggung Setelah Maraton

Mencegah cedera jauh lebih baik dibandingkan mengobatinya. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko nyeri punggung.

1. Melatih Kekuatan Otot Core

Latihan penguatan otot perut, punggung, dan pinggul membantu menjaga stabilitas tubuh selama berlari sehingga beban pada tulang belakang dapat berkurang.

2. Memperhatikan Teknik dan Postur Berlari

Pastikan posisi tubuh tetap tegak, langkah tetap efisien, dan hindari teknik lari yang memberikan tekanan berlebihan pada punggung.

3. Menyusun Program Latihan Secara Bertahap

Tingkatkan jarak maupun intensitas latihan secara bertahap agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi dan risiko cedera dapat diminimalkan.

Kapan Perlu Konsultasi untuk Nyeri Punggung Saat Berlari

Nyeri punggung ringan biasanya akan membaik setelah istirahat dan pemulihan yang cukup. Namun, apabila nyeri berlangsung lebih dari beberapa hari, semakin berat, menjalar ke kaki, atau disertai kesemutan maupun kelemahan otot, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Orthopaedic Center Persada Hospital menyediakan layanan konsultasi, pemeriksaan, dan penanganan gangguan pada tulang, sendi, otot, serta cedera olahraga sesuai kebutuhan pasien.

Jadwalkan konsultasi untuk mendapatkan informasi layanan atau membuat janji konsultasi agar Anda dapat kembali beraktivitas dan berolahraga dengan nyaman.

Ditinjau oleh :
dr. Azizati Rochmania, Sp.KFR - FRSport, AIFO-K
dr. Azizati Rochmania, Sp.KFR - FRSport, AIFO-K
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik - -
Share :
#SehatBarengPersada