telephone persada hospital
whatsapp persada hospital
instagram persada hospital
youtube persada hospital
twitter persada hospital
tiktok persada hospital
facebook persada hospital
gmaps persada hospital

Shin Splint: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Shin Splint: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Shin splint merupakan salah satu penyebab nyeri pada tulang kering yang sering dialami oleh pelari, atlet, maupun seseorang yang baru meningkatkan intensitas olahraga.

Kondisi ini biasanya muncul akibat tekanan berulang pada otot, tendon, dan jaringan di sekitar tulang kering sehingga menimbulkan rasa nyeri saat beraktivitas.

Meski umumnya tidak berbahaya, shin splint dapat mengganggu aktivitas fisik apabila tidak ditangani dengan tepat. Agar dapat mengenali kondisi ini lebih dini, penting untuk memahami penyebab, gejala, faktor risiko, serta cara mengatasi dan mencegah shin splint.

Penyebab Shin Splint

Shin splint atau medial tibial stress syndrome (MTSS) terjadi ketika jaringan di sekitar tulang kering mengalami iritasi akibat tekanan yang berulang. Beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.

1. Aktivitas Fisik Berlebihan

Peningkatan intensitas, durasi, atau frekuensi olahraga secara tiba-tiba merupakan penyebab paling umum shin splint. Aktivitas seperti berlari, melompat, atau latihan dengan beban tinggi dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang kering dan jaringan di sekitarnya.

2. Penggunaan Sepatu yang Tidak Tepat

Sepatu olahraga yang sudah aus atau tidak memberikan penyangga yang baik dapat mengubah pola pijakan kaki. Akibatnya, beban pada tulang kering meningkat dan memicu timbulnya nyeri.

3. Kelainan Bentuk Kaki

Beberapa kondisi, seperti kaki datar (flat feet) atau lengkungan kaki yang terlalu tinggi, dapat memengaruhi distribusi beban saat berjalan maupun berlari. Hal ini membuat tulang kering lebih rentan mengalami cedera akibat tekanan berulang.

Gejala Shin Splint

Gejala shin splint biasanya berkembang secara bertahap dan semakin terasa saat melakukan aktivitas fisik.

1. Nyeri pada Tulang Kering

Keluhan utama berupa nyeri di sepanjang sisi dalam tulang kering. Pada awalnya nyeri mungkin ringan, tetapi dapat semakin terasa apabila aktivitas terus dilakukan.

2. Nyeri Saat Berolahraga

Rasa nyeri umumnya muncul ketika berlari, berjalan cepat, atau melakukan aktivitas dengan benturan berulang. Pada beberapa kasus, nyeri dapat berkurang saat beristirahat, tetapi muncul kembali ketika berolahraga.

3. Nyeri Saat Ditekan

Area tulang kering yang mengalami cedera biasanya terasa lebih sensitif ketika disentuh atau ditekan. Pada sebagian orang juga dapat muncul sedikit pembengkakan di area yang nyeri.

Cara Mengatasi Shin Splint

Penanganan shin splint bertujuan mengurangi nyeri, mempercepat pemulihan, dan mencegah cedera semakin berat.

1. Istirahat yang Cukup

Kurangi atau hentikan sementara aktivitas yang memicu nyeri agar jaringan yang mengalami iritasi memiliki waktu untuk pulih.

2. Kompres Air Dingin

Kompres area yang nyeri menggunakan es yang dibungkus kain selama 15–20 menit beberapa kali sehari untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan.

3. Peregangan dan Penguatan Otot

Latihan peregangan pada otot betis serta latihan penguatan otot tungkai dapat membantu mengurangi tekanan pada tulang kering dan mencegah cedera berulang.

4. Fisioterapi

Apabila nyeri tidak kunjung membaik atau sering kambuh, fisioterapi dapat menjadi pilihan. Fisioterapis akan menyusun program latihan dan terapi yang disesuaikan dengan penyebab serta tingkat keparahan cedera.

Bagaimana Cara Mencegah Shin Splint?

Shin splint dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaan olahraga yang benar dan mengurangi faktor risiko cedera.

1. Pemanasan dan Pendinginan

Lakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya untuk mempersiapkan otot serta membantu tubuh beradaptasi dengan aktivitas fisik.

2. Memilih Sepatu Olahraga yang Tepat

Gunakan sepatu olahraga yang sesuai dengan jenis aktivitas dan bentuk kaki. Ganti sepatu secara berkala apabila bantalan atau sol sudah mulai aus.

3. Melatih Kekuatan Otot

Latihan kekuatan pada otot tungkai, betis, dan inti tubuh (core) membantu meningkatkan stabilitas serta mengurangi beban berlebih pada tulang kering saat berolahraga.

Jangan Abaikan Nyeri pada Tulang Kering Saat Berolahraga

Nyeri pada tulang kering tidak selalu menandakan shin splint, tetapi keluhan yang berlangsung lama atau semakin berat perlu mendapatkan perhatian.

Apabila Anda mengalami nyeri pada tulang kering yang tidak membaik setelah beristirahat, semakin mengganggu aktivitas, atau sering kambuh saat berolahraga, segera konsultasikan di Orthopaedic Center Persada Hospital.


Ditinjau oleh :
dr. Azizati Rochmania, Sp.KFR - FRSport, AIFO-K
dr. Azizati Rochmania, Sp.KFR - FRSport, AIFO-K
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik - -
Share :
#SehatBarengPersada