Anxiety disorder atau yang sering kali disebut gangguan kecemasan adalah gangguan cemas yang terjadi secara terus menerus, intense, dan sulit dikendalikan.
Berbeda dengan respon stress pada umumnya, dimana kecemasan ini dapat mengganggu berbagai aspek kehidupan. Untuk memahami gejala, faktor penyebab, dan cara penanganannya simak penjelasan berikut ini.
Anxiety disorder atau gangguan kecemasan adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan rasa khawatir, takut, atau cemas yang berlebihan dan sulit dikendalikan. Perasaan tersebut biasanya muncul terus-menerus, bahkan ketika tidak ada ancaman nyata yang sedang dihadapi.
Berbeda dengan kecemasan normal yang biasanya bersifat sementara, gangguan kecemasan dapat berlangsung dalam jangka panjang dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pekerjaan, pendidikan, hubungan sosial, dan aktivitas sehari-hari.
Gangguan kecemasan sendiri terdiri dari beberapa jenis, seperti generalized anxiety disorder (GAD), panic disorder, social anxiety disorder, hingga berbagai fobia tertentu.
Meski sering dianggap sama, anxiety disorder dan panic attack merupakan dua kondisi yang berbeda.
Anxiety disorder adalah kondisi yang ditandai dengan kecemasan berlebihan yang berlangsung dalam waktu lama. Rasa khawatir biasanya berkembang secara bertahap dan dapat bertahan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Penderitanya sering merasa gelisah, tegang, sulit fokus, dan terus-menerus memikirkan kemungkinan terburuk dari suatu situasi.
Panic attack atau serangan panik adalah episode ketakutan yang muncul secara tiba-tiba dan intens. Gejalanya dapat memuncak dalam hitungan menit dan sering kali terasa sangat menakutkan.
Saat mengalami panic attack, seseorang dapat merasa seperti sedang mengalami serangan jantung atau rasa seolah-olah akan meninggal.
Ya. Seseorang yang memiliki anxiety disorder dapat mengalami panic attack sebagai bagian dari kondisi yang dialaminya. Namun, panic attack juga dapat terjadi pada individu yang tidak memiliki diagnosis gangguan kecemasan tertentu.
Gejala anxiety disorder dapat muncul dalam bentuk psikologis maupun fisik.
Beberapa gejala psikologis yang sering muncul antara lain:
Merasa khawatir secara berlebihan
Sulit mengendalikan rasa cemas
Mudah gelisah atau tegang
Sulit berkonsentrasi
Merasa selalu waspada terhadap ancaman
Mudah tersinggung atau marah
Gangguan kecemasan juga dapat menimbulkan berbagai keluhan fisik, seperti:
Jantung berdebar
Napas terasa pendek
Keringat berlebihan
Otot tegang
Gangguan tidur
Mual atau gangguan pencernaan
Tubuh mudah lelah
Saat serangan panik terjadi, gejala fisik yang muncul dapat meliputi:
Jantung berdebar sangat cepat
Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada
Sesak napas
Gemetar
Pusing
Berkeringat dingin
Mati rasa atau kesemutan
Gejala psikologis yang sering menyertai panic attack antara lain:
Ketakutan ekstrem
Merasa akan pingsan
Takut kehilangan kendali
Takut meninggal dunia
Merasa terlepas dari kenyataan (derealization)
Penyebab gangguan kecemasan bersifat kompleks dan biasanya melibatkan kombinasi berbagai faktor.
Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat gangguan kecemasan cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.
Gangguan pada neurotransmiter tertentu yang mengatur suasana hati dan respons stres dapat berkontribusi terhadap munculnya anxiety disorder.
Pengalaman traumatis seperti kehilangan orang terdekat, kekerasan, kecelakaan, atau peristiwa yang mengancam keselamatan dapat memicu gangguan kecemasan.
Tekanan berkepanjangan akibat pekerjaan, masalah keluarga, keuangan, atau kondisi hidup tertentu dapat meningkatkan risiko anxiety disorder.
Beberapa kondisi kesehatan seperti gangguan tiroid, penyakit jantung, gangguan pernapasan, atau nyeri kronis dapat memicu atau memperburuk kecemasan.
Individu dengan kepribadian yang cenderung perfeksionis, sensitif, atau mudah khawatir umumnya memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan.
Diagnosis anxiety disorder dilakukan melalui evaluasi menyeluruh oleh dokter, khususnya dokter spesialis kedokteran jiwa.
Dokter akan melakukan wawancara mengenai gejala yang dialami, durasi keluhan, riwayat kesehatan, kondisi psikologis, serta dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.
Pada beberapa kasus, pemeriksaan fisik atau tes penunjang juga dapat dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang memiliki gejala serupa.
Diagnosis yang tepat sangat penting agar pasien dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisinya.
Penanganan anxiety disorder dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala dan kebutuhan masing-masing individu.
CBT merupakan salah satu metode terapi yang paling sering digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan. Terapi ini membantu pasien mengenali pola pikir negatif dan menggantinya dengan cara berpikir yang lebih sehat dan realistis.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan obat untuk membantu mengurangi gejala kecemasan. Penggunaan obat harus dilakukan sesuai anjuran dan pengawasan dokter.
Latihan pernapasan, meditasi, relaksasi otot, serta mindfulness dapat membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan kemampuan mengelola stres.
Menjaga pola tidur yang baik, rutin berolahraga, mengurangi konsumsi kafein, serta menerapkan pola makan sehat dapat membantu mendukung kesehatan mental secara keseluruhan.
Berbicara dengan keluarga, teman, atau bergabung dengan kelompok pendukung dapat membantu seseorang merasa lebih dipahami dan tidak menghadapi masalahnya sendirian.
Segera konsultasikan dengan dokter apabila mengalami kondisi berikut:
Kecemasan yang berlangsung terus-menerus dalam jangka panjang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Ketika kecemasan mulai memengaruhi fungsi sosial dan produktivitas, penanganan profesional sangat dianjurkan.
Perilaku menghindar yang berlebihan dapat memengaruhi kualitas hidup dan kesehatan mental seseorang.
Kondisi ini merupakan situasi yang memerlukan bantuan medis dan psikologis sesegera mungkin.
Gangguan kecemasan bukanlah kondisi yang harus dihadapi sendiri. Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai, gejala anxiety disorder dapat dikelola sehingga kualitas hidup pasien dapat meningkat.
Persada Hospital menyediakan layanan Klinik Spesialis Kedokteran Jiwa yang ditangani oleh dokter spesialis kedokteran jiwa berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan kesehatan mental, termasuk anxiety disorder, panic disorder, gangguan stres, dan kondisi psikologis lainnya.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala gangguan kecemasan yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kedokteran jiwa di Persada Hospital.